tips salesman
Foto: Mudassar Iqba/pixabay.com

Edukasi – Tidak perlu dipungkiri lagi menjadi seorang yang hebat dalam menjual produk atau jasa ialah dambaan bagi setiap perusahaan. Karena dengan adanya penjualan yang tinggi, otomatis akan menjalankan roda bisnis bagi perusahaan tersebut.

Kita sebuat saja seorang sales merupakan ujung tombak bagi perusahaan. Kebanyakan perusahaan yang besar dalam memasarkan produk atau jasa, hampir semuanya mempunyai salesman yang sangat baik dari segi kualitas. Terkadang dalam memilih seorang sales, sebuah perushaan biasanya memiliki kriteria yang diinginkan. Misalnya mempunyai penampilan yang menarik, mempunyai skill komunikasi yang baik, kemampuan presentasi, mampu dalam memahami produk yang ditawarkan, dapat bekerja sendiri atau secara team, mampu mencapai target yang diinginkan perusahaan dan lain-lain.

Di kesempatan kali ini, penulis akan sedikit sharing tips mengenai soft skills yang dimiliki dan dipraktekan salesman dalam upaya membidik konsumen baru. Berikut ini langkah-langkah atau tips menjadi salesman sukses:

1. Tips Salesman: Perencanaan atau Pre Call

Sebagai salesman, ketika akan memprospek konsumen baru, kita perlu membuat perencanaan yang baik seperti : menganalisa konsumen berkaitan dengan profil, segmentasi dan minat dari konsumen tersebut. Selain itu, kita juga perlu menentukan SMART (Specific, Measurabel, Achievable, Realistic and Timely) call objective dalam setiap agenda kunjungan. Terakhir, jangan lupa kita mempersiapkan materi promosi yang sesuai dengan agenda kunjungan seperti brosur, literature produk, sampel produk jika kita akan demo dan lain-lain.

2. Pembukaan

Bisa dengan memulai call objective, yaitu maksud dan tujuan saya bertemu dengan konsumen untuk apa? Tentunya berhubungan dengan kebutuhan dari konsumen itu sendiri. Ketika kita sudah mengetahui kebutuhan atau keinginan dari konsumen, kita akan menjadi lebih baik lagi dalam berkomunikasi dua arah.

3. Mencari Informasi Secara Rinci

Ketika sudah terjalin komunikasi dua arah, tentunya kita bisa dengan mudah untuk bertanya kepada konsumen secara rinci. Seperti: Apakah selama ini menggunakan produk A baik-baik saja? Kalo tidak, bisakah saya tau kenapa alasannya? Apa alasan anda memakai produk B? Adakah keluhan yang dirasakan setelah memakai produk C? Menurut anda lebih penting mana antara efikasi atau keamanan suatu produk? Dan lain-lain.

Menggali informasi untuk memahami tujuan produk kita dan kebutuhan dari konsumen yang belum terpenuhi dengan baik.

4. Melakukan Demonstrasi atau Menangani Rasa Keberatan

Dengan contoh produk atau tools yang diberikan perusahaan, kita dapat mendemonstrasikan produk atau jasa yang akan kita tawarkan kepada konsumen. Hal tersebut agar mudah dipahami dan lebih dimengerti manfaat yang ditawarkan oleh produk kita.

Disaat kita akan melakukan demonstrasi produk atau menerangkan secara detail mengenai produk kita, biasanya akan ada rasa keberatan yang diungkapkan oleh konsumen. Beberapa keberatan tersebut seperti, masalah harga yang dibandingkan dengan kompetitor lain, kualitas produk yang masih dipertanyakan, ketersediaan stock, discount dan masih banyak hal lainnya.

Di sini kita harus sudah lebih dulu mengantisipasi hal tersebut, yaitu dalam menjawab setiap rasa keberatan yang nantinya akan ditanyakan oleh konsumen. Bisa dengan data atau literature yang baru dalam menjawab setiap masalah yang dikeluhkan oleh konsumen.

5. Penutup

Dalam sesi penutupan, biasanya kita merangkum sedikit mengenai pembicaraan kita dengan konsumen seperti benefit produk dan masalah dari konsumen yang terpecahkan dengan solusi produk yang kita tawarkan. Terakhir kita mencoba meminta komitmen atau persetujuan dari konsumen dalam upaya memilih produk yang kita tawarkan atau closing sales.

6. Follow Up Action Plan Selanjutnya

Tips jadi salesman sukses di poin ini, dapat dilakukan apa bila konsumen masih menolak atau tidak mau memakai produk yang kita tawarkan karena suatu alasan tertentu. Biasanya kita menggali ulang kebutuhan dari konsumen tersebut dan tanyakan hal apa yang menjadi kendala konsumen tidak mau memakai produk kita. Dari sini kita nantinya akan belajar kembali untuk menentukan stategi apa yang tepat untuk konsumen tersebut.

Penulis: Profesional Marketing, Satria
Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here