Pengusaha Muslim
Foto: Pixabay.com

Menyambut tahun 2020, perlu ada resolusi agar hidup kita lebih baik. Dalam hubungan, karier, hingga kehidupan sosial, perlu adanya rancangan masa depan yang berbeda dari tahun kemarin. Kita yang diberi kesempatan untuk merasakan tahun baru, perlu memanfaatkannya dengan baik. Apalagi kita adalah seorang muslim yang dituntut untuk lebih baik lagi dalam kualitas hidup.

“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia celaka.”

Menetapkan tujuan hidup memang harus dilakukan dari awal. Hal ini baik untuk membantu kita menetapkan resolusi terbaik yang akan kita pilih. Bagaimana kalau kita adalah seorang pengusaha muslim? Dipandangan Allah SWT kita semua sama, yang membedakan hanyalah ketakwaaan. Tidak peduli karier kita sebagai apa, seorang muslim tetap harus menjadi lebih baik dalam urusan dunia dan akhirat. Apa saja sih resolusi hidup yang perlu kita bangun sebagai pengusaha muslim di tahun 2020?

Mantapkan Niat

Niat seorang pengusaha muslim bukan lagi hanya pada keuntungan materi saja tapi lebih daripada itu yaitu meraih ridho Allah dan mendapat sunah sebagai pengusaha layaknya yang dicontohkan Rasul.

Mungkin tahun lalu, kita sebagai pengusaha muslim hanya meniatkan bagaimana mendapat profit yang banyak agar esok hari, minggu depan, bulan depan bisa makan. Tapi mulai sekarang mari kita luruskan niat kita sebagai pengusaha unutk mendapat ridha Allah. Bagi yang berkeluarga, menafkahi keluarga dengan niat karna Allah adalah ibadah yang luar biasa. Bagi yang belum berkeluarga mantapkan dalam hati bahwa ini adalah fase untuh latihan.

Di antara kesibukan seorang muslim yang paling agung adalah memperbaiki niat dan menghadirkannya pada saat memulai amal karena padanya bertumpu diterima atau ditolaknya amal, dan padanya bertumpu baik dan buruknya hati. Dan barang siapa yang ingin berniat dengan niat yang baik dalam amalnya, harus melihat faktor pendorong yang mengajaknya untuk mengerjakan amal tersebut, sehingga dia bersungguh-sungguh yang menjadi pendorong utama adalah ridho Allah, taat kepada-Nya dan mengerjakan perintah-Nya.

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perbaiki Hubungan dengan Orang Tua

Tidak ada kebaikan yang disegerakan Allah di dunia sebelum kebaikan di akhirat kecuali kebaikan kita kepada orang tua. Dan tidak ada kedurhakaan yang Allah balas di dunia sebelum Allah balas di akhirat melainkan kedurhakaan kepada orang tua. Sesuatu yang instan dari Allah tanpa harus menunggu di akhirat adalah kebaikan kepada orang tua.

Kerenggangan hubungan antara kita dengan orang tua akan sangat berpengarung terhadap usaha kita. Maka jangan sampai ada gap diantara kita dan orang tua. Karna sesukses apapun bisnis seseorang pasti ada orang tua yang selalu berdoa untuk anaknya. Dan jangan pikirkan jauh-jauh kenapa usaha kita tiadak berhasil terus mungkin salah satu faktornya adalah hubungan yang kurang harmonis dengan orang tua.

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi)

Jadi hal yang terpenting untuk mencapai kesuksesan adalah doa restu dari orang tua, belajar dari pengalaman yang pernah gagal dan selalu bangkit, tidak pantang menyerah dan tidak cepat putus asa. Kesuksesan yang ditempuh dengan penuh doa akan mencapai kesuksesan yang lebih dari kesukseskan. Tidak hanya itu pengorbanan orang tua lah yang bisa menumbuhkan rasa untuk yakin mencapai kesuksesan.

Berbagi dengan Sesama

Suatu usaha tidak akan sukses apabila hanya mengandalkan aspek usahanya saja. Sebenarnya salah satu pekerjaan manusia ini sangat dipengaruhi oleh dua unsur yaitu aspek internal dan aspek eksternal. Dari segi internal, salah satunya misalnya sedekah yang kita jalankan, adalah unsur ilahi yang tidak dapat dilogika-kan oleh akal semata. Akan tetapi, keajaiban sedekah mampu memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mewujudkan kesuksesan.

Dalam agama Islam khususnya, sedekah merupakan amal ibadah yang sangat dianjurkan dan banyak manfaatnya termasuk dalam menjalankan usaha. Secara nalar manusia, sedekah adalah mengeluarkan uang. Dengan demikian maka secara kasat mata, uang kita akan berkurang. Akan tetapi ketika seorang muslim melibatkan keimanannya dalam berbisnis, maka prinsip itu tidak lagi berlaku. Justru sebaliknya, uang yang kita keluarkan untuk bersedekah akan mendatangkan manfaat, karena sesuai janji Allah SWT bahwa orang yang selalu mengeluarkan sedekah hartanya maka sebenarnya ia tidak sedang merugi, karena Allah akan menggantinya berkali-kali lipat dari jumlah sedekah yang dikeluarkannya.

Prinsip hitungan sedekah adalah matematika Tuhan. Kita diberi kebaikan berupa kesehatan dan keselamatan pun bisa saja datangnya dari hasil sedekah yang kita lakukan. Begitu pula saat kita di jauhkan dari kerugian yang mengancam usaha sangat mungkin adalah dari hasil ibadah kita yang berupa sedekah. Hal yang lebih diutamakan adalah aspek barokah untuk usaha yang sedang kita jalankan.

Sedekah, juga bermanfaat untuk memperluas rezeki. Secara tidak sadar, ketika kita sedang menjalankan usaha yang ramai didatangi pembeli, pernahkah kita berpikir siapa yang membuat pembeli-pembeli tersebut berdatangan dan memberikan rezeki kepada kita?

Tentu jika dipikir secara nalar manusia hal itu akan menghasilkan kesimpulan yang kurang lengkap. Sebenarnya tidak ada satu pun juga usaha di dunia ini yang terlepas dari campur tangan Allah. Untuk itulah sebagai umat Islam dianjurkan untuk membantu orang lain dengan bersedekah sebagai bukti ketaatan hamba kepada Allah yang telah memberikan rezeki dan kebaikan kepada kita semua.

Senantiasa Bersyukur

Syukur merupakan energi positif yang dapat menggerakkan alam semesta. Hukum tarik menarik akan terjadi di sini. The Law of Attraction adalah “menarik hal yang serupa.” Energi Positif akan menarik hal-hal positif, pikiran yang baik akan menghasilkan kegiatan positif, perasaan yang baik akan memunculkan kebahagiaan.

Setiap kali kita mengungkapkan rasa syukur, lisan atau perasaan, berarti kita mengirimkan sinyal positif bagi Allah untuk melipat-gandakan apa yang kita syukuri. Kita dapat menggunakan sikap syukur untuk memperoleh lebih banyak hal-hal baik dalam hidup.

Mari kita tradisikan rasa bersyukur dalam setiap lini kehidupan untuk menggapai kebahagiaan hakiki, kesuksesan sejati, dan meningkatkan kualitas iman yang sebenarnya.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Penulis: Abdul Baril
Editor: Intan Resika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here