Pergerakan tanah
Foto: Intan Resika/Ngaderes.com

Ngaderes.com – Longsor besar terjadi di beberapa wilayah se-Kabupaten Bogor di awal tahun baru, tepat tanggal 1 Januari 2020. Salah satu penyebab longsor, berdasarkan informasi yang didapatkan jurnalis Ngaderes dari warga setempat di lokasi adalah adanya pergerakan tanah atau tanah bergerak yang tidak terprediksi oleh siapapun sebelumnya.

Pergerakan tanah tersebut menyebabkan 60 fondasi rumah ikut bergeser. Akibatnya, rumah-rumah tersebut menjadi retak-retak dimana-mana. Dari mulai lantai, dinding hingga atap. Bahkan tak sedikit rumah yang ambruk karena pergerakan tanah tersebut.

“Seumur hidup saya tinggal di sini, Ini baru-baru sekarang ada kejadian kaya gini. Dulu-dulu mah gak ada,” ujar Pak Apen menjelaskan sambil terus berjalan mengelilingi kampung yang kini tak berpenghuni, Sabtu (11/01/20).

pergerakan tanah
Kondisi tanah setelah terjadi pergerakan tanah di Bogor yang menyebabkan longsor di belakang pemukiman warga dan rusaknya 60 rumah warga, Sabtu (11/01/2020). Foto: Intan Resika/Ngaderes.com

Saat pergeseran tanah terjadi, warga setempat sempat tidak merasakannya sama sekali. Karena pergerakan tanah terjadi perlahan. Sampai terdengar suara gemuruh dari belakang pemukiman warga, warga pun sontak keluar dari rumah.

Selanjutnya, warga mendapati pemandangan yang mengerikan. Pohon-pohon pete yang sebelumnya berdiri tegak, terlihat berjatuhan satu-persatu. Tidak ada aktivitas penebangan, tapi pohon-pohon itu berjatuhan karena dampak dari pergerakan tanah yang cukup luas.

Seketika, warga pun berlarian menjauhi lokasi terjadinya longsor di depan mereka. Sebab pergesaran tanah sudah terasa hingga di kaki-kaki mereka.

Kini, seluruh warga kampung Ranca Bakti Desa Nanggung Kabupaten Bogor pun meninggalkan rumah-rumah mereka. Tersisalah bangunan rumah yang terlihat berdiri tegak, namun tak lagi kokoh, bahkan rawan ambruk.

Seperti itulah penampakan desa ini saat ini. Seperti kampung tak berpenghuni. Hanya meninggalkan sunyi.

Saksikan video liputanya di Ngaderes Official Youtube Channel langsung dari lokasi kejadian.

Reporter: Intan Resika
Editor: Intan Resika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here