Penyebab Kesehatan Mental

Ngaderes.com – Komunitas Literas Siloka dan Komunitas Amstrong selenggarakan deretan acara yang dikemas dalam tema It’s Ok Not To Be Ok, Minggu malam (08/12/2019). Acara ini terdiri dari talkshow seputar kesehatan mental, mental health check-list dan gerakan writing for healing.

“Banyak orang yang kurang care sama ksehatan mental dan mengesampingkannya. Menurut mereka itu hal yang tabu. Jadi kalau ada masalah sama mental seseorang malah dianggap baper dan lain-lain. Padahal kalau dibiarin itu bahaya,” ungkap CEO Siloka Erin Soleha saat ditanya kenapa mengangkat tema itu.

Acara tersebut menghadirkan 3 pembicara, yaitu Mental Health Survivor Devia Fitaloka, Psikolog Mariska Rompis dan CEO Siloka sendiri Erin Soleha. Devia menjadi pembicara awal yang memaparkan pengalaman pribadinya saat mengalami perubahan pada kesehatan mental.

Penyebab Kesehatan Mental Tidak Ok

“Penyebab kesehatan mental seseorang menjadi tidak ok, biasanya dipengaruhi oleh lingkungan,” papar Mariska dihadapan puluhan peserta. Mariska dengan kostum serba pink-nya melanjutkan bahwa ada 6 pertanyaan yang harus dijawab untuk memastikan kesehatan mental diri kita.

1. Sudah merasa bermakna belum?

2. Sudah tau kekurangan dan kelebihan diri?

3. Apakah bisa menggunakan potensi diri dalam studi dan pekerjaan?

4. Adakah seseorang yang dipercaya (keluarga atau teman atau siapapun)?

5. Berada dalam situasi romantic atau penuh cinta dan kasih sayang?

6. Memiliki waktu luang untuk senang?

Jawaban dari 6 pertanyaan di atas, bisa menjadi penyebab sehat atau tidaknya mental seseorang. Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, langkah selanjutnya adalah lakukan mental health checklist.

Menyembuhkan dengan Menulis

Jika sakit menjangkit kesehatan fisik manusia, salah satu cara menyembuhkannya bisa dengan mengonsumsi obat, baik herbal maupun non-herbal. Lantas bagaimana menyembuhkan sakit pada kesehatan mental?

Erin yang juga seorang penulis memberikan metode healing atau penyembuhan dengan menulis. “Orang yang punya masalah dengan mentalnya merasa bahwa sulit menemukan orang yang aware pada dirinya. Makanya menulis bisa jadi alternatif pelampiasan atau healing untuk orang itu,” ujar Erin.

Dalam pemaparannya di atas stage, Erin menyampaikan bahwa kita bisa menuliskan unek-unek yang mengganjal di hati kita. Menumpahkan semuanya menjadi sebuah tulisan. Agar beban dan emosi yang ada dalam diri bisa teruraikan.

Reporter: Intan Resika
Editor: Intan Resika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here