• Rabu, 7 Desember 2022

Lulusan Pesantren Jago Ngaji, Seperti Apa Sistem Hidup di Pesantren?

- Jumat, 14 Januari 2022 | 00:00 WIB
Untitled design
Untitled design

Opini - Pesantren dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai asrama tempat santri atau tempat murid-murid belajar mengaji dan sebagainya, atau disebut juga pondok. Lantas bagaimana sebetulnya sistem hidup di pesantren? Pada umumnya, sistem hidup di pesantren di-setting begitu teratur, tertib dan disiplin. 24 jam hidup santri dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali semua diatur dalam kerangka syariat islam. Berikut sekilas kegiatan sehari-hari yang umumnya dilakukan oleh santri di pesantren. Aktivitas yang pertama kali dilakukan oleh santri setelah bangun tidur, sekira pukul 03.30 adalah solat sunnah tahajud atau mengaji Al-Quran di masjid, sambil menunggu waktu solat subuh berjamaah tiba. Setelah adzan subuh berkumandang, santri pun menunaikan solat subuh berjamaah, kemudian kembali dilanjutkan dengan mengaji Al-Quran sebelum keluar dari masjid. Masih di waktu subuh, sekira pukul 04.30, santri diberikan keleluasan waktu untuk melakukan aktivitas apapun sesuai dengan kebutuhannya. Biasanya waktu tersebut digunakan oleh santri untuk olahraga, bersih-bersih kamar, mencuci pakaian, mandi, menghafal Al-Quran, hadits, pelajaran dan kegiatan lain yang bisa dilakukan di pagi hari. Menjelang pagi, sekira pukul 06.00, seluruh santri diwajibkan untuk sarapan di dapur umum yang tersedia di lingkungan pesantren. Setelah selesai sarapan, santri pun bergegas berangkat ke sekolah untuk melakukan kegiatan belajar formal seperti sekolah pada umumnya.

Kurikulum Sekolah di Pesantren

Di sekolah, kurikulum pesantren tidak hanya mempelajari pelajaran umum saja, namun juga terdapat pelajaran aqidah dan pelajaran syariat islam berbasis Al-Quran, hadist dan kitab-kitab ulama muslim. Para santri pun menerima banyak ilmu dari ustadz dan ustadzah (a.k.a pengajar) selama berada di sekolah. Adapupn durasi santri berkegiatan di sekolah kurang lebih selama 7-8 jam. Sepulang sekolah, santri segera bergegas menunaikan sholat dzuhur berjama'ah di masjid dan dilanjutkan dengan aktivitas makan siang. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) seperti, pidato tiga bahasa (Arab, Inggris, Indonesia), pramuka, kaligrafi, public speaking, jurnalistik, drum band, band dan masih banyak kegiatan ekskul lainnya. Setelah kegiatan ekskul, santri pun melanjutkan kegiatan solat ashar berjamaah kembali. Selesai solat ashar, barulah santri mendapatkan waktu senggang untuk melakukan aktivitas lain. Ada yang jajan ke koperasi pesantren, jajan ke kantin, baca buku, bersantai dan ngobrol bersama teman sekamar atau teman sekelas, atau sekedar beristirahat di kamar. Masih di waktu setelah solat ashar, ada pula santri yang harus menunaikan hukuman dari pengurus karena telah melanggar peraturan. Hukuman yang diberikan pun berupa hukuman yang mendidik seperti membersihkan lingkungan pesantren, hafalan Al-Quran, hafalan pelajaran, dan sebagainya.

Al-Quran, Pedoman Santri Beramal Setiap Hari

Sekira pukul 17.00 santri kembali berkumpul di masjid untuk mengaji Al-Quran bersama ustadz atau ustadzah pembimbing. Saat mengaji, santri dibimbing untuk bisa melafalkan ayat Al-Quran sesuai dengan kaidah tajwid. Tak hanya itu, santri juga dibimbing untuk memahami makna setiap ayat yang dibaca. Bahkan dibimbing hingga santri mampu mengamalkan ayat Al-Quran yang dipelajari. Aktifitas tersebut dilakukan hingga adzan maghrib berkumandang dan santri pun menunaikan sholat maghrib berjamaah. Usai solat maghrib, santri kembali melanjutkan aktivitas membaca Al-Quran bersama-sama. Menjelang malam, sekira pukul 18.45, santri diwajibkan untuk makan malam. Setelah selesai makan malam, santri memiliki waktu senggang hingga waktu adzan isya berkumandang. Kemudian dilanjutkan dengan solat isya berjamaah. Selesai solat isya, santri diwajibkan untuk belajar malam di tempat yang sudah ditentukan hingga waktu tidur malam tiba sekira pukul 21.30. Momen belajar malam dimanfaatkan oleh santri untuk mengerjakan tugas sekolah, ada juga yang berdiskusi dengan teman tentang pelajaran yang tidak dipahami, atau mengulang kembali pelajaran di sekolah bersama ustadz atau ustadzah yang mendampingi. Begitulah sistem hidup atau rutinitas yang dibentuk di pesantren kepada para santri dalam sehari semalam. Begitu seterusnya sampai para santri lulus dari jenjang pendidikan yang ditempuh. Terkadang kegiatan tersebut pun diselingi kegiatan-kegiatan tahunan pesantren seperti libur sekolah, puasa Ramadhan, Idul Adha, pentas seni akhir tahun, bazar, kompetisi dan kegiatan tahunan lain yang bermanfaat bagi santri. Gimana santri gak jago ngaji? Sobat cerdas bisa hitung berapa kali santri mengaji dalam sehari, dikalikan satu tahun bahkan maksimalnya 6 tahun hidup di pesantren sampai akhirnya lulus dan siap berbaur dengan masyarakat. Tertarik untuk mencoba hidup dengan sistem pesantren? Penulis: Intan Resika Editor: Redaksi

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Berjuang Kawan! Sejuta Harapan Menantimu

Minggu, 25 September 2022 | 15:00 WIB

Mengenal Literasi Lewat Karya Sastra

Sabtu, 24 September 2022 | 09:00 WIB

Bukan Tentang Privilege Tetapi Tentang Mindset Sukses

Rabu, 21 September 2022 | 10:30 WIB

Pemuda Milenial Ala Rasulullah SAW

Senin, 12 September 2022 | 10:00 WIB

Pramuka dan Bingkai Kebudayaan Lokal

Rabu, 13 Juli 2022 | 21:45 WIB

Antitesis Kebebasan : Batasan

Rabu, 23 Maret 2022 | 20:26 WIB

Kematian Terindah

Selasa, 8 Maret 2022 | 11:53 WIB

Tren Tiktok Unboxing by Husband Dikecam Netizen

Jumat, 21 Januari 2022 | 19:16 WIB

Iman, Sudahkah Ia Tertanam dalam Hati?

Sabtu, 18 Desember 2021 | 09:49 WIB

Terpopuler

X