• Sabtu, 25 Juni 2022

Media Sosial Internet sebagai Media Baru dalam Dakwah Islam

- Kamis, 30 Desember 2021 | 03:31 WIB
Untitled design
Untitled design

Opini - Di zaman serba digital ini, perkembangan teknologi semakin pesat menuju teknologi modern, mulai dari radio, televisi, hingga internet. Berbagai jenis alat digital sebagai media komunikasi masyarakat bermunculan dan tersebar di seluruh dunia. Penggunaan internet bukan lagi hal yang asing dalam masyarakat. Sumber informasi, media pembelajaran, hiburan serta sebagai alat komunikasi global, internet dapat diakses dengan mudah. Pada dasarnya fungsi dari media internet adalah sebagai media hiburan dan media komuniksai masyarakat. Akan tetapi internet terus berkembang setiap tahunnya, sehingga internet tak hanya sebagai media hiburan dan komunikasi saja melainkan sebagai sumber informasi dan media pembelajaran. Internet dapat diakses melalui alat-alat elektronik, seperti Komputer, laptop dan handphone.

Makna Dakwah

Dakwah merupakan sebuah seruan dalam kebajikan. Dakwah islam adalah sebuah seruan kepada masyarakat untuk menuntun manusia menuju jalan yang benar sesuai dengan syari’at islam. Seseorang yang menyampaikan dakwah disebut dengan da’i. Secara konvensional, da’i dikenal sebagai seorang yang menyandang gelar ustadz, kyai, ajengan dan ulama dalam masyarakat. Akan tetapi makna da’i yang sebenarnya ialah setiap orang yang menyampaikan, mengajarkan dan menyeru kebaikan. Kewajiban berdakwah sendiri merupakan kewajiban setiap manusia berdasarkan kemampuan mereka untuk menyampaikan dakwah islam.[1] Perintah berdakwah untuk setiap individu berdasarkan firman Allah dalam surat Luqman ayat 17 yang artinya: “Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan,” (Q.S. Luqman [31]: 17). Dalam ayat tersebut disampaikan bahwa kewajiban menyeru kepada amar ma’ruf dan nahi munkar merupakan kewajiban setiap individu. Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi yang artinya: “Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat,” (H.R Tirmidzi). Hadis tersebut mejadi landsan bagi setiap orang muslim, baik laki-laki atau perempuan untuk berdakwah menyampaikan syariat islam. Keterangan tersebut merujuk pada kalimat “sampaikan dariku walau hanya satu ayat” merupakan sebuah anjuran untuk berdakwah menyampaikan syariat islam walaupun hanya satu ayat.

Media Sosial sebagai Media Dakwah

Dalam menyampaikan dakwah, media dakwah menjadi unsur penting dalam pelaksanaannya. Sebelum adanya teknologi, dakwah disampaikan melalui lisan dalam sebuah majlis keagamaan, misalnya melalui mimbar dan bertemu langsung dengan masyarakat. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi, media dakwah semakin luas. Memanfaatkan teknologi komunikasi sebagai media dakwah telah banyak dilakukan oleh da’i di Indonesia, seperti siaran dakwah melalui radio dan televisi serta berdakwah melalui media koran dan majalah. Penggunaan internet yang semakin luas dalam masyarakat, menimbulkan berbagai efek dalam kehidupan beragama di Indonesia. Dalam Al-qur’an surat Ali Imron ayat 110 yang artinya: “Kalian adalah ummat yang terbaik, yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik,” (Q.S. Ali Imron [3]: 110). Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa menjadi ummat yang terbaik harus memenuhi tiga hal yakni menyeru pada kebaikan, mencegah kemunkaran dan melakukan keduanya dilandasi dengan iman kepada Alloh Swt.[2] Tiga kewajiban tersebut harus dipenuhi oleh setiap umat islam dalam menggunakan media sosial internet. Artinya, sebagai umat islam yang beriman harus mampu memanfaatkan media sosial internet dengan baik, yakni dengan menyebarkan kebaikan di dalamnya. Dengan demikian, internet dapat menjadi media alternatif dalam berdakwah di era serba digital ini. Dakwah dapat disampaikan kepada masyarakat luas dan dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja tanpa ada batasan.

Kajian Komunikasi Penyiaran Islam

Kajian Komunikasi Penyiaran Islam merupakan bagian dari salah satu tradisi penelitian ilmu dakwah. Perilaku komunikasi dalam islam sama halnya perilaku dalam keagamaan karena mengajak manusia menuju jalan yang benar sesuai syari’at islam. Syari’at islam sendiri  merupakan bagian dari perintah agama islam. Keberagaman dalam berdakwah muncul dalam lima dimensi yakni intelektual, ideologis, ritualistik, eksperiensial dan konsekuensial.[3] Dakwah islam sebagai bagian dari kajian dalam komunikasi penyiaran islam melahirkan suatu metode baru dalam berdakwah, yakni dakwah kontemporer. Dakwah kontemporer merupakan dakwah di era digital dengan memanfaatkan media sosial khususnya internet sebagai media dakwah. Sebagaimana penjelasan terkait pandangan islam terhadap media sosial, sebagai umat islam era digital kita harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai salah satu media dalam berdakwah dengan baik. Jalan alternatif dalam dakwah islam ini, menjadikan islam sebagai agama yang modern dengan mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengabaikan syariat islam. Dengan internet, proses dakwah dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, tidak terikat oleh waktu dan tempat. Kewajiban berdakwah bagi setiap individu dapat dikerjakan dengan internet sebagai medianya. Internet mampu menjangkau mad’u (orang yang akan diajak kepada kebaikan) yang luas, siapa saja yang ingin mengakses informasi keagamaan dapat dilakukan dengan mudah. Metode dakwah menggunakan media sosial ini berupa penyampaian syariat agama melalui konten-konten video. Konten video tersebut dapat ditayangkan di aplikasi-aplikasi yang berbasis internet, seperti Youtube, Instagram, Tik Tok. Selain itu, platform media online yang berisi tentang informasi keagamaan juga telah banyak bermunculan di internet, seperti www.nuonline.com, www.eramuslim.com, www.rumaisyho.com, www.persis.or.id, www.sigabah.com dan berbagai platform media online lainnya. Melalui platform tersebut kita dapat membaca informasi tentang keagamaan sesuai kebutuhan kita dengan narasumber yang jelas dan terferivikasi. Akhir-akhir ini juga muncul trend baru berdakwah melalui media aplikasi meeting online, yang dapat diikuti oleh ratusan peserta. Dakwah melalui aplikasi meeting online ini termasuk dalam dakwah lisan dengan memanfaatkan media internet sebagai perantara. Dakwah kontemporer menjadi metode dakwah baru yang dikembangkan oleh komunikasi penyiaran islam berdasarkan studi islam yang berkembang di era digital ini. Sebagai mahasiswa komunikasi dan penyiaran islam, kita harus cakap dalam pelaksanaan proses dakwah kontemporer ini. Hal ini bertujuan untuk melangsungkan proses penyampaian syariat islam kepada masyarakat luas dengan tantangan perkembangan media sosial di tengah-tengah masyarakat. Dengan memanfaatkan media sosial sebagai media dakwah, islam mampu bertahan dan bersaing dengan teknologi digital yang berkembang saat ini.   Daftar Pustaka Marsudi Lungit W., “Pandangan Islam Tentang Teknologi dan Pemanfaatan Media Sosial”, Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama  Islam Universitas Islam Indonesia:2021. Rustandi Ridwan, Cyberdakwah:Internet Sebagai Media Baru dalam Sistem Komunikasi Dakwah Islam”, vol.3 no.2, Nalar:Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam, 2019. hal 85. Nani Widiawati, “Metodologi Penelitian Komunikasi Penyiaran Islam”, Edu Publisher, Tasikmalaya:2020. Hal 56. [1]Ridwan Rustandi, Cyberdakwah:Internet Sebagai Media Baru dalam Sistem Komunikasi Dakwah Islam”, vol.3 no.2, Nalar:Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam, 2019. hal 85 [2]Lungit Marsudi W., “Pandangan Islam Tentang Teknologi dan Pemanfaatan Media Sosial”, Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama  Islam Universitas Islam Indonesia:2021. [3][3]Nani Widiawati, “Metodologi Penelitian Komunikasi Penyiaran Islam”, Edu Publisher, Tasikmalaya:2020. Hal 56.   Penulis: Qoidatus Syari’ah e-mail: qoidatussyariah@mhs.iainpekalongan.ac.id Editor: Intan Resika  

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Antitesis Kebebasan : Batasan

Rabu, 23 Maret 2022 | 20:26 WIB

Kematian Terindah

Selasa, 8 Maret 2022 | 11:53 WIB

Tren Tiktok Unboxing by Husband Dikecam Netizen

Jumat, 21 Januari 2022 | 19:16 WIB

Iman, Sudahkah Ia Tertanam dalam Hati?

Sabtu, 18 Desember 2021 | 09:49 WIB

Cara Bijak Menyambut Tahun Baru 2022

Sabtu, 11 Desember 2021 | 03:30 WIB

4 Alasan Pentingnya Bersikap Bodo amat

Sabtu, 13 November 2021 | 00:30 WIB

Catatan Pendek pada Hari Pahlawan

Rabu, 10 November 2021 | 17:20 WIB

Peristiwa Pasca Deklarasi Sumpah Pemuda

Kamis, 28 Oktober 2021 | 17:41 WIB

Jika WhatsApp Musnah dari Kehidupan Manusia

Selasa, 5 Oktober 2021 | 14:54 WIB

Unpredictable, Mendadak Harus Liputan Bersama Anakku

Kamis, 18 Februari 2021 | 13:06 WIB

Refleksi atas Ujaran Kebencian Kala Kang Jalal Tiada

Rabu, 17 Februari 2021 | 09:23 WIB

Bijak Bermedia Sosial

Senin, 8 Februari 2021 | 15:53 WIB
X