• Rabu, 7 Desember 2022

Di KTT G20, Presiden IOC Bicara Persatuan dan Perdamaian lewat Olahraga

- Rabu, 16 November 2022 | 12:30 WIB
Di KTT G20, Presiden IOC Bicara Persatuan dan Perdamaian lewat Olahraga (Media Center KTT G20)
Di KTT G20, Presiden IOC Bicara Persatuan dan Perdamaian lewat Olahraga (Media Center KTT G20)

ngaderes.com - Presiden International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach, mengatakan pihaknya berharap semua bisa memberikan kesempatan pada olahraga, untuk ikut berkontribusi dalam menyatukan negara-negara di dunia. Sehingga, perdamaian di seluruh benua dapat diwujudkan.

Atlet yang menjadi wakil dari 206 negara di dunia di Olimpiade, akan menjadi alat pemersatu berbagai negara di berbagai belahan dunia manapun.

Dari setiap pertandingan, banyak nilai yang didapatkan baik oleh suporter maupun para pemain yang bertanding dalam suatu kompetisi di antaranya solidaritas dan harapan.

"Pertandingan Olimpiade menyatukan seluruh dunia dalam solidaritas dan dalam perayaan harapan," kata Presiden IOC Thomas Bach ketika memberikan pidato dalam Leader's Lunch di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali pada Selasa (15/11/2022), seperti diambil dari rilis indonesia.go.id

Menurut Thomas Bach, lembaganya akan menjaga marwah dari kompetisi olahraga yang dipertandingkan agar dapat tetap menularkan semangat positif. Sehingga, setiap pertandingan yang digelar dapat selalu menularkan rasa solidaritas dan harapan.

Dengan sekuat tenaga, pihaknya mencegah adanya politisasi masuk dalam ranah olahraga. Sehingga, nilai-nilai luhur yang terdapat dalam pertandingan tidak luntur oleh kepentingan kelompok maupun golongan.

"IOC harus netral secara politik untuk menyambut atlet terbaik dunia," imbuh Thomas Bach.

Atas semangat itu, Thomas Bach pun menyerukan pada negara-negara yang sedang berkonflik politik untuk segera berdamai. Karena, konflik menjadikan hambatan dalam olahraga menyatukan seluruh negara pada satu pertandingan.

"Kami membutuhkan partisipasi semua atlet, bahwa dari negara-negara yang berpikiran berbeda, (perang, red) bukanlah simbol perdamaian," katanya.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Kunci Sukses Kepemimpinan Ala Atalia Ridwan Kamil

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:00 WIB

Prancis Bersinar dalam Kemenangan 4-1 atas Australia

Rabu, 23 November 2022 | 12:30 WIB

Terpopuler

X