• Minggu, 29 Januari 2023

Space20, Ajang Perkuat Industri Keantariksaan

- Kamis, 10 November 2022 | 12:30 WIB

Pemanfaatannya adalah untuk memberi akses adil dari pengembangan dunia digital bagi semua lapisan masyarakat, supaya tidak ada satu pun tertinggal untuk mengakses informasi secara digital. Pada ekonomi biru, teknologi keantariksaan dapat dioptimalkan dalam membangun ekonomi berbasis maritim dan menjaga serta memelihara laut dari pencemaran. Juga mencegah eksploitasi laut berlebihan seperti penangkapan ikan secara ilegal.

Sedangkan pada ekonomi hijau didorong untuk menjaga kebelanjutan kehidupan di muka bumi dan ruang angkasa. Pemanfaatan ruang antariksa harus dilakukan secara bertanggung jawab dan untuk tujuan damai bagi manusia. Space20 dapat dipakai sebagai etalase semua pihak untuk mencegah dampak buruk dari perubahan iklim. Misalnya pemanfaatan satelit dalam teknologi keantariksaan misalnya untuk memantau dinamika laut yang berpotensi mempengaruhi cuaca. Atau, kenaikan muka air laut sebagai indikator pemanasan global.

Teknologi keantariksaan dapat dipakai untuk memantau kekeringan dan sebagai peringatan dini untuk melacak efek rumah kaca dan polusi udara. Turut membantu memantau penebangan hutan ilegal, serta menghitung luas tutupan lahan atau hutan.

Sehingga Indonesia mendorong terjalinnya kerja sama dengan swasta untuk semakin bergairah berinvestasi di sektor keantariksaan. Utamanya, berkolaborasi dalam penginderaan jarak jauh karena pemerintah sudah berinvestasi di dalamnya. Robertus beralasan, teknologi keantariksaan tidak lagi menjadi ranahnya negara, melainkan sudah menjadi wilayah swasta karena ada dampak ekonominya.

Sedangkan Direktur Eksekutif Indonesia Space Agency BRIN Erna Sri Adiningsih dalam acara serupa menekankan pentingnya kegunaan teknologi keantariksaan untuk pembangunan berkelanjutan selain isu-isu space for digital, blue, and green economy yang telah diuraikan tadi. Misi Indonesia pada Space20 di Jakarta kali ini menurut Erna adalah agar negara-negara dengan kemampuan teknologi keantariksaan sangat dominan dapat ditularkan kepada siapa saja.

"Sehingga manfaatnya untuk pembangunan berkelanjutan bisa diperlebar untuk misi kemanusiaan," ucapnya.

Sejak dunia memasuki masa pandemi, sebuah perubahan besar terjadi ketika kebutuhan akan internet semakin tinggi sebagai dampak pembatasan kegiatan luar jaringan (offline) dan menekankan lebih banyak kegiatan dalam jaringan (online). Dibutuhkan adanya konektivitas jaringan yang baik lewat teknologi keantariksaan mumpuni dan butuh kesiapan industrinya.

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam keterangan tertulisnya mengatakan, saat ini Indonesia berencana mengembangkan peluncuran 19 konstelasi satelit untuk misi penginderaan jauh dan peningkatan kapasitas satelit komunikasi untuk mendukung ekonomi digital dan ekonomi biru-hijau.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Spotify Akan Memberhentikan 6% Karyawannya

Selasa, 24 Januari 2023 | 12:20 WIB

Kota Bandung Panen Raya Perdana Bawang Merah

Minggu, 22 Januari 2023 | 10:47 WIB

PM Selandia Baru Memutuskan untuk Mengundurkan Diri

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:20 WIB
X