• Rabu, 7 Desember 2022

Space20, Ajang Perkuat Industri Keantariksaan

- Kamis, 10 November 2022 | 12:30 WIB

ngaderes.com - Indonesia mendorong penguatan pemanfaatan teknologi antariksa untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, melalui ekonomi digital dan ekonomi biru-hijau.

Antariksa selalu menarik untuk dibahas karena menjadi bagian potensial untuk dikembangkan, baik dari segi lingkungan dan ekonomi. Berkacalah kepada Elon Musk, orang paling makmur di muka bumi menurut Forbes. Pria asal Afrika Selatan itu punya pundi-pundi harta menyentuh angka USD219,6 miliar atau Rp3.425,76 triliun. Kekayaannya turut disumbangkan dari bisnisnya menjalankan perusahaan antariksa SpaceX sejak 2002.

Pemilik pabrik kendaraan listrik Tesla itu adalah swasta pertama di muka bumi yang mampu meluncurkan roket sendiri bernama Falcon. Bukan itu saja, SpaceX hingga September 2022 telah menempatkan 3.000 satelit kecil bernama Starlink di orbit rendah bumi. Ribuan satelit mungil itu berfungsi melayani jaringan internet yang mampu menjangkau semua sisi bumi.

SpaceX bahkan mampu membawa pulang kembali roket-roket mereka ke bumi dan bisa digunakan kembali. SpaceX juga tercatat sebagai mitra strategis Badan Ruang Angkasa dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA untuk membawa satelit-satelit dari banyak negara ke orbit.

Itu dilakukan sejak NASA tak lagi menjalankan misi luar angkasa dan antariksanya. Perusahaan antariksa Musk itu pun berhasil membawa dua astronot NASA ke orbit stasiun luar angkasa internasional dengan pesawat Crew Dragon Demo-2 Pusat Antariksa Kennedy, Florida, 30 Mei 2020.

Semua keberhasilan tadi berimbas kepada keuntungan SpaceX. Forbes menghitung, setidaknya setiap sejak 2020, usaha antariksa Musk itu mendulang keuntungan bersih hingga USD4 miliar (Rp62,4 triliun). Valuasi SpaceX pun turut melesat dari semula senilai USD14 miliar (Rp218,4 triliun) pada 2014, ketika 2020 sudah di angka USD74 miliar (Rp1.154,4 triliun).

Melihat fenomena SpaceX ini dan dampak ekonomi yang dihasilkan, 20 kepala badan antariksa dari negara-negara kelompok G20 dan para mitra mereka berkolaborasi untuk membangun sektor keantariksaan berbasis ekonomi dan lingkungan. Termasuk, melibatkan swasta seperti halnya SpaceX.

Kedua hal itu menjadi fokus utama 3rd Space Economy Leaders Meeting atau Space20 di Jakarta, 27-28 Oktober 2022. Pertemuan ini sebagai lanjutan dari dua pertemuan sebelumnya pada 2020 di Arab Saudi dan 2021 di Italia.

Dalam dua pertemuan terakhir itu, para kepala badan antariksa telah sepakat bahwa isu lingkungan dan ekonomi penting untuk dibahas secara mendalam. Pada pertemuan di Jakarta, Indonesia selaku tuan rumah akan mendorong diperkuatnya pemanfaatan teknologi antariksa untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi melalui ekonomi digital, dan ekonomi biru-hijau.

Hal itu dikatakan Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Robertus Heru Triharjanto dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (27/10/2022) seperti dilansir dari indonesia.go.id. Menurutnya, para pemimpin lembaga antariksa dari negara-negara Kelompok 20 (G20) setuju bahwa teknologi keantariksaan itu pada masa sekarang ini merupakan penggerak ekonomi.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Kunci Sukses Kepemimpinan Ala Atalia Ridwan Kamil

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:00 WIB

Prancis Bersinar dalam Kemenangan 4-1 atas Australia

Rabu, 23 November 2022 | 12:30 WIB

Terpopuler

X