• Selasa, 4 Oktober 2022

Protes Terjadi di Denmark, Setelah Usulan Larangan Hijab Memicu Perdebatan

- Rabu, 14 September 2022 | 12:00 WIB
Protes Terjadi di Denmark, Setelah Usulan Larangan Hijab Memicu Perdebatan (Courtesy of Lamia Ibnhsain)
Protes Terjadi di Denmark, Setelah Usulan Larangan Hijab Memicu Perdebatan (Courtesy of Lamia Ibnhsain)

Meskipun mempresentasikan rekomendasi dengan suara bulat pada 24 Agustus, dua anggota komisi kemudian menarik kembali dukungan mereka untuk larangan jilbab setelah perdebatan, yang menyebabkan salah satu dari mereka menarik diri sepenuhnya dari komisi, dengan menyatakan bahwa dia tidak dapat mendukung proposal yang melarang jilbab.

Dalam tanggapan tertulis terhadap kritik terhadap penelitian yang disampaikan kepada komisi melalui email, sekretariat di balik komisi tersebut mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penelitian tersebut telah dibentuk oleh pemerintah dan misinya adalah untuk memberikan rekomendasi tentang bagaimana memastikan bahwa semua perempuan dari latar belakang minoritas dapat menikmati hak dan kebebasan yang sama seperti perempuan Denmark lainnya.

“Komisi tersebut berfokus pada bagaimana masyarakat Denmark dapat memperkuat upaya melawan kontrol sosial terkait kehormatan, yang kami ketahui dari penelitian adalah masalah di lingkungan tertentu di Denmark,” katanya dalam tanggapan email.

“Studi tahun 2018 yang disebut, menyebutkan bahwa hanya 43 persen gadis etnis minoritas dalam penelitian yang diizinkan untuk melihat teman laki-laki di waktu luang mereka, sedangkan hal yang sama terjadi pada 88 persen gadis etnis Denmark,” bunyi pernyataan itu.

“Dan 13 persen gadis etnis minoritas takut bahwa keluarga mereka akan merencanakan masa depan mereka di luar keinginan mereka, sementara hal yang sama terjadi pada 5 persen gadis etnis mayoritas. Salah satu tujuan komisi ini adalah untuk memberikan rekomendasi tentang bagaimana menyamakan perbedaan seperti ini antara orang Denmark yang etnis minoritas dan mayoritas,” tambahnya.

Sekretariat mengatakan komisi itu terdiri dari sembilan anggota dengan latar belakang dan pengetahuan yang berbeda – “mereka adalah orang-orang dengan pengalaman praktis, latar belakang penelitian, dan orang-orang yang pernah mengalami masalah ini secara pribadi. Semua tahu tentang tantangan yang terkait dengan melawan kontrol sosial terkait kehormatan.”

Komisi diatur untuk membuat rekomendasi tambahan dalam beberapa bulan mendatang.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: aljazeera.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bulog Banjiri Stok Beras di Pasar Tembus 650 Ribu Ton

Selasa, 4 Oktober 2022 | 12:00 WIB

Tak Sabar Menanti Piala Dunia U-20 di Indonesia

Kamis, 22 September 2022 | 12:00 WIB

Hari Pertama Pasar Murah, Lebih dari 100 kg Telur Ludes

Selasa, 20 September 2022 | 10:00 WIB

Wujudkan Bandung Jagjag Waringkas, Dinkes Kawal UHC

Jumat, 16 September 2022 | 12:00 WIB
X