• Minggu, 29 Januari 2023

Dukung Bandung Agamis, Sukajadi Bebas Buta Huruf Alquran

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 12:00 WIB
Dukung Bandung Agamis, Sukajadi Bebas Buta Huruf Alquran (bandung.go.id)
Dukung Bandung Agamis, Sukajadi Bebas Buta Huruf Alquran (bandung.go.id)

ngaderes.com - Untuk mewujudkan visi Bandung sebagai kota yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis, Forum Dewan Kemakmuran Masjid (FDKM) Kecamatan Sukajadi berkolaborasi dengan berbagai pihak membuat program Sukajadi Mengaji. Sudah ada 5 RT dari 5 kelurahan yang menjadi percontohan.

Ketua FDKM Kecamatan Sukajadi, Ahmad Erawan menyampaikan, program ini diinisasi setelah melihat hasil survei 1 Juli 2022. Hasil sensus menunjukkan, dari 1.321 orang di Sukajadi, 210 orang atau 15,90 persen belum bisa baca Alquran.

"Kita bantu bimbing dari tahap tidak bisa baca sampai bisa membaca, fasih, dan mengerti makna. Sehingga diharapkan masyarakat bisa mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam Alquran di kehidupan sehari-hari," ungkap Erawan pada acara Deklarasi Bebas Buta Huruf Alquran, Rabu, 17 Agustus 2022, seperti dilansir dari situs resmi Humas Kota Bandung.

Pada tahap awal, sasaran utamanya masyarakat yang berada di 5 RT dari 5 kelurahan di Kecamatan Sukajadi dengan usia anak 7 tahun ke atas dan lansia.

Lima wilayah percontohan bebas buta huruf Alquran di Sukajadi antara lain, RT 03 RW 02 Kelurahan Sukagalih, RT 06 RW 07 Kelurahan Pasteur, dan RT 05 RW 03 Kelurahan Sukabungah.

Sedangkan dua wilayah lainnya yaitu RT 01 RW 01 Kelurahan Sukawarna dan RT 08 RW 11 Kelurahan Cipedes.

"Sejak Maret sudah dilakukan pelatihan bagi para relawan. Ada ragam metode yang digunakan dalam membaca Alquran pada program ini yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan," jelasnya.

Metode yang digunakan dalam program ini ialah Metode dirosa (Dirasah Orang Dewasa), metode tilawati (sesuai kaidah), metode iqro (perkenalan huruf hijaiyah), metode bagdadi (eja), dan metode bashohi (dengan irama bayati, shoba, hijaz).

Erawan berharap, dengan adanya program ini masjid bisa ddijadikan sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, muamalah, dan sosial masyarakat.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: bandung.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Spotify Akan Memberhentikan 6% Karyawannya

Selasa, 24 Januari 2023 | 12:20 WIB

Kota Bandung Panen Raya Perdana Bawang Merah

Minggu, 22 Januari 2023 | 10:47 WIB

PM Selandia Baru Memutuskan untuk Mengundurkan Diri

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:20 WIB
X