• Rabu, 17 Agustus 2022

1444 H, Kali Pertama Kiswah Kabah Diganti pada 1 Muharram

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:07 WIB
Dirjen PHU Hilman berkunjung ke tempat pembuatan Kiswah Kabah, Rabu (27/07/2022). (Sumber foto: kemenag.go.id)
Dirjen PHU Hilman berkunjung ke tempat pembuatan Kiswah Kabah, Rabu (27/07/2022). (Sumber foto: kemenag.go.id)

"Bahan itu terdiri dari 760 kg sutra Italia, serta 120 kg emas dan 100 kg perak dari Jerman," sambungnya.

Baca Juga: Cek Yuk! Ini Manfaat Uji Emisi Gas Buang Kendaraan

Dirjen Kehumasan dan Media Majma' Malik Abdul Aziz Ahmad Suheiry menjelaskan bahwa Kiswah pernah dibuat di Mesir dan India, sebelum akhirnya diproduksi di Makkah Al-Mukarramah.

Dalam kesempatan ini, Dirjen PHU mendapat kesempatan untuk menyulam benang emas bagian lingkaran yang membingkai tulisan 'Allahu Akbar' pada Kiswah yang akan dipasang pada 1 Muharram 1444 H. Bagian yang disulam Hilman adalah tulisan Arab yang nantinya akan terpasang di dekat Hajar Aswad.

Sebelum menyulam, Dirjen PHU dan rombongan mendapat penjelasan dari salah satu penulis kaligrafi Majma' Malik Abdul Aziz, Syekh Mukhtar Alam terkait bagian Kiswah yang menjadi penutup Kabah. Menurutnya, kiswah penutup Kabah berukuran 6,3 m x 3,3 m. Di dalamnya tertera tulisan beberapa ayat Al Quran dan Asmaul Husna, dalam bentuk yang berbeda-beda, ada yang kotak, panjang, dan lainnya.

"Khat yang digunakan adalah Tsulutsi, dengan besaran yang beda-beda, ada yang kecil dan besar," ujarnya.

"Di bagian atas, ada tulisan Allahu Rabbi, Hasbiyallah, dan Allahu Rabbi," sambungnya.

Pada bagian lain, tertera tulisan ayat Qad naraa taqalluba wajhika fis-samaa'. Sementara pada bagian pinggir, ada tulisan surat Al Fatihah. "Kiswah pintu Ka'bah yang tersimpan di Majma' Malik Abdul Aziz dibuat di Makkah, hadiah dari Malik Fahd bin Abdul Aziz pada tahun 1411 H," paparnya.

Baca Juga: Membatasi Kunjungan demi Kelestarian Komodo

Apakah kutipan ayat yang tertera di Kiswah bisa diganti dengan ayat lainnya? Faris Al-Mathrafy menjelaskan bahwa kalau ingin mengganti tulisan ayat, harus persetujuan Raja. Selain itu, usulan penggantian juga harus dibahas di forum yang lebih tinggi untuk mendapat persetujuan. Namun, Faris mengaku selama ini belum pernah terjadi.

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Terkini

Ini Kisah Dibalik Sup Pemersatu Khas Gorontalo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:00 WIB

Indonesia Juara Umum ASEAN Paragames Ketiga Kali

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X