• Kamis, 11 Agustus 2022

Harga Beras dan Gula Stabil, Cabai Melandai

- Rabu, 27 Juli 2022 | 12:00 WIB
Harga Beras dan Gula Stabil, Cabai Melandai (Ilustrasi Canva)
Harga Beras dan Gula Stabil, Cabai Melandai (Ilustrasi Canva)

ngaderes.com - Harga bahan pangan cenderung turun. Harga cabai melandai. Pengaruh harga cabai pada inflasi tak terlalu besar. Indeks Harga Pangan FAO turun 2,3 persen.

Melansir dari situs indonesia.go.id. Harga cabai merah keriting sudah tidak terlalu bikin pusing. Seperti terpantau dari inspeksi Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan ke Pasar Cibinong, Bogor, Jumat (22/7/2022), harganya sudah bergerak ke bawah Rp80 ribu. Pada akhir Juni lalu, di Jakarta dan sekitarnya, harga komoditas itu menyentuh level paling pedas di angka Rp130 ribu per kg dan bertahan sampai menjelang Hari Raya Iduladha, pada 9 Juli 2022. 

Di Pasar Cibinong, Mendag juga menemukan harga cabai rawit merah yang turun ke Rp65.000 dari sebelumnya Rp100.000 per kg. Bawang merah yang beberapa bulan terbang di harga Rp60 ribuan pun melandai di bawah Rp40 ribu. Harga bawang putih cenderung melandai, beras dan gula lumayan stabil. Zulkifli Hasan pun berlega hati setelah menemukan harga minyak goreng curah di Cibinong sudah turun ke level harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp14.000 per liter.

"Harga bawang merah dan cabai terpantau turun, karena saat ini tengah memasuki masa panen," kata Mendag yang sering disapa Zulhas itu. Secara umum, harga-harga bahan pokok pangan dan beberapa bahan penting lain, disebutnya, terpantau turun atau stabil. Sebagai Mendag, Zulhas tiap hari menyimak Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Pedagangan (Kemendag). SP2KP itu memantau, harga di 216 pasar yang tersebar di 90 kabupaten kota di 34 provinsi. Update setiap hari.

Dalam SP2KP Kemendag memang terlihat ada tren penurunan harga. Telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng (termasuk yang noncurah) terpantau harganya menurun meskipun tipis-tipis. Yang stabil ialah beras, tepung terigu, kedelai, gula, dan daging sapi segar. Yang malah naik ialah daging ayam.

"Alhamdulillah, kita bersyukur karena harga bahan pokok sebagian terpantau menurun, dan yang tak kalah penting ketersediaan stoknya memadai bagi kebutuhan masyarakat. Beberapa komoditas lainnya stabil,’’ kata Zulhas dalam pernyataan persnya, seusai meninjau Pasar Cibinong.

Dari pantauan SP2KP itu terlihat juga, beberapa harga komoditas nonpangan juga menurun. Harga Semen Bosowa, Holcim, Semen Padang, Tonasa, dan Tiga roda juga menurun antara 3,1–5,7 persen. Besi beton dan paku juga turun secara bervariasi 3,5–6,5 persen.

Konsumsi Cabai

Di tengah bayang-bayang inflasi global dan kenaikan harga pangan serta energi itu, isu harga bahan pokok pangan memang cukup sensitif. Indonesia tak luput dari pengaruh itu. Inflasi Indonesia pada Juni lalu mencapai 4,35 persen. Untuk kawasan Asean, angka inflasi tersebut cukup moderat, jika dibanding Thailand 7,66 persen, Fiipina 6,1 persen, dan Singapura 5,6 persen. Namun, inflasi di Indonesia lebih tinggi dari Malaysia yang 2,8 persen atau Vietnam 3,37 persen.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Kisah Dibalik Sup Pemersatu Khas Gorontalo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:00 WIB

Indonesia Juara Umum ASEAN Paragames Ketiga Kali

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X