• Kamis, 11 Agustus 2022

Ibadah Haji 2022: Kemenkes Harapkan Tingkat Kesakitan dan Kematian Jemaah Haji Bisa Mengalami Penurun

- Kamis, 2 Juni 2022 | 18:00 WIB
Ilustrasi ibadah Haji 2022: Kemenkes harapkan tingkat kesakitan dan kematian jemaah bisa turun (pexels)
Ilustrasi ibadah Haji 2022: Kemenkes harapkan tingkat kesakitan dan kematian jemaah bisa turun (pexels)

ngaderes.com - Sekretaris Jenderal, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengutarakan harapannya agar di pelaksanaan haji 2022, angka kesakitan dan kematian jemaah haji bisa mengalami penurunan melalui upaya promotif, preventif dan kuratif yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Hal tersebut disampaikan sekjen dalam pelepasan Petugas Kesehatan Haji sebanyak 776 orang pada Selasa, 31 Maret lalu.

Baca Juga: Kemenkes Ingatkan Petugas Kesehatan Haji: Jemaah Siap Hadapi Potensi Suhu Meningkat di Arab Saudi Hingga 50 C

Selama 15 tahun terakhir, angka kematian Jemaah haji Indonesia di Arab Saudi selama ini masih sangat tinggi, yaitu pada kisaran 2 per mil per tahunnya, dengan kuota per tahun sekitar 221 ribu maka sekitar 300-400 jemaah yang meninggal dunia per tahunnya.

Kemenkes menargetkan pada pelaksanaan haji tahun ini, angka kematian turun jadi 1 per mil per tahun.

Salahsatu upaya yang dilakukan, Sekjen memberikan himbauan terkait pendampingan dan monitoring pelaksanaan ibadah haji 2022 pada Petugas Kesehatan Haji.

Sekjen meminta petugas kesehatan haji akan terus melakukan pendampingan dan monitoring kesehatan para jemaah terutama kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit komorbid.

Baca Juga: Perwakilan Keluarga Konfirmasi Rekaman Suara soal Kabar Ridwan Kamil di Swiss

Terlebih lagi, saat ini Kemenkes sudah menggunakan Telesehat yakni aplikasi yang memuat riwayat dan status kesehatan jemaah untuk memudahkan pengawasan.

Jika jemaah memiliki resiko tinggi ada telejemaah yang bisa digunakan untuk mengetahui status kesehatan.

Petugas bisa memonitor langsung jika ada jemaah yang sakit sehingga bisa segera ditangani pihak RS yang ada disana.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Bandung: Perbedaan Itu Anugerah

“Kalau ada masalah kesehatan seperti detak jantung meningkat maupun tensi pada jemaah naik, bisa langsung terdeteksi oleh petugas kesehatan. Sehingga bisa segera ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat”

Sekjen mengatakan tindakan preventif perlu di lakukan agar jemaah didorong agar tidak sampai sakit. ***

Halaman:

Editor: Annisa Sasa

Sumber: Kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Kisah Dibalik Sup Pemersatu Khas Gorontalo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:00 WIB

Indonesia Juara Umum ASEAN Paragames Ketiga Kali

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X