• Sabtu, 25 Juni 2022

Bupati Garut Nyatakan Wabah PMK di Daerahnya Sebagai Kejadian Luar Biasa

- Kamis, 26 Mei 2022 | 12:20 WIB
Bupati Garut Nyatakan Wabah PMK di Daerahnya Sebagai Kejadian Luar Biasa (Ilustrasi Canva)
Bupati Garut Nyatakan Wabah PMK di Daerahnya Sebagai Kejadian Luar Biasa (Ilustrasi Canva)

ngaderes.com — Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mewabah di Kabupaten Garut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Untuk menangani hal tersebut, pihaknya akan libatkan TNI Polri serta pihak lain, guna menekan angka penyebaran penyakit yang banyak menyerang hewan ternak ini.

Melansir dari situs resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, hal ini disampaikannya seusai melakukan zoom meeting bersama unsur pimpinan SKPD di lingkungan Pemdakab Garut, di Gedung Command Center, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (23/5/2022).

"PMK ini kan sudah dinyatakan kejadian luar biasa, ini akan ditangani juga dengan luar biasa, kita sudah koordinasi ya TNI/POLRI dilibatkan, jadi kami sudah menyiapkan petugas-petugas ada 6 orang dokter hewan yang sekarang ini penyembuhanya sudah ada sudah menghasilkan yang sembuh itu 132," ujarnya.

Meski ada penyembuhan, lanjut Rudy, penyebaran dari PMK ini begitu cepat, hal ini terlihat dari banyaknya daerah yang terpapar penyakit ini yaitu tepatnya di 12 kecamatan. Oleh karena itu, saat ini menurut Bupati Garut langkah proaktif yang dilakukan adalah melakukan pengobatan.

"(Untuk kompensasi) ga ada, belum ada kearah sana kita mengobati dulu proaktifnya mengobati dulu, (karena jumlahnya) sudah hampir seribu ya," ucapnya.

Guna menekan kasus terkonfirmasi PMK ini, pihaknya akan me- lockdown sapi-sapi yang akan didatangkan ke Kabupaten Garut.

"Kita menyelesaikan masalah ini dengan me-lockdown, tidak boleh ada lagi sapi-sapi yang biasanya idul adha itu 30 hari atau 60 hari sebelumnya sapi itu sudah dikirim dari jawa kesini, nah oleh kita mau diadakan cek point di Malangbong," katanya.

Di tengah mewabahnya PMK ini, Bupati Garut menegaskan, pihaknya tidak akan meloloskan hewan sakit untuk dijadikan hewan qurban.

"Qurban itu harus sapi yang sehat, sapi yang tidak sehat tidak akan diloloskan sebagai hewan qurban, akan ada dokter hewannya nanti," katanya.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: jabarprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Perlu Takut, Laporkan Kekerasan Anak ke DP3A

Jumat, 17 Juni 2022 | 09:00 WIB

Selamat Jalan, Eril! Jutaan Doa Mengantarmu Pulang

Selasa, 14 Juni 2022 | 10:00 WIB
X