• Rabu, 7 Desember 2022

BPJS: Transformasi Digital JKN-KIS di Sektor Pelayanan Kesehatan Jadi Sorotan Dunia

- Senin, 9 Mei 2022 | 16:06 WIB
Ghufron Mukti saat menyampaikan transformasi digital JKN-KISS dalam seminar internasional (bpjs)
Ghufron Mukti saat menyampaikan transformasi digital JKN-KISS dalam seminar internasional (bpjs)



ngaderes.com
- Transformasi Digital JKN-KIS di Sektor Pelayanan Kesehatan Jadi Sorotan dunia. Pada paparan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menuai tanggapan terbanyak dari audiens yang berasal dari berbagai negara.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti BPJS tidak hanya melakukan transformasi digital pada layanan konsumen, namun juga pada pelayanan kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat  JKN-KIS.

Baca Juga: Pantau Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Gubernur Khofifah: Pentingnya Manajemen Angkutan

Demikian disampaikan Ghufron Mukti dalam seminar The 16th International Conference on Information and Communication Technology in Social Security yang digelar International Social Security Association (ISSA) di Estonia.Demikian disampaikan beliau dalam seminar The 16th International Conference on Information and Communication Technology in Social Security yang digelar International Social Security Association (ISSA) di Estonia.

“Kami juga telah mengembangkan inovasi yang berhubungan dengan fasilitas kesehatan seperti sistem display ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, antrean online, display informasi jadwal operasi di rumah sakit dan pengembangan digitalisasi proses kredensialing serta proses pengajuan dan verifikasi klaim Covid-19!", terangnya. 

Baca Juga: Puasa 6 Hari Di Bulan Syawal Seperti Puasa Sepanjang Tahun

BPJS Kesehatan telah mengembangkan layanan telekonsultasi melalui Mobile JKN untuk menghubungkan dokter di FKTP dengan peserta JKN-KIS. Layanan telekonsultasi tersebut saat ini telah dimanfaatkan oleh sekitar 10.000 dokter FKTP dan jumlahnya terus bertambah. Selain lewat Mobile JKN, dokter FKTP juga dapat memanfaatkan telepon, Whatsapp, SMS, termasuk video conference untuk memberikan layanan telekonsultasi.

“Pelayanan telekonsultasi di FKTP ini sudah dimanfaatkan untuk 12,7 juta konsultasi. Layanan ini diberikan bagi peserta yang sakit ataupun yang sehat, antara lain edukasi upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pemantauan status kesehatan peserta kronis, termasuk pemantauan status kesehatan peserta JKN-KIS dengan kondisi isoman Covid-19.

Baca Juga: ANTAM Targetkan Jadi Perusahaan Global Terkemuka di Tahun 2030

Pembiayaan pelayanan telekonsultasi di FKTP termasuk dalam komponen kapitasi. Pelayanan telekonsultasi juga dihitung sebagai capaian kinerja FKTP pada masa pandemi yang berpengaruh terhadap capaian Angka Kontak pada Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK),” jelas Ghufron.

Menurut Ghufron, saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan uji coba telemedisin antara FKTP dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau rumah sakit di sejumlah wilayah Indonesia. Hasilnya, telemedisin terselenggara dengan baik di seluruh lokasi uji coba dan mendapat respon yang positif dari peserta maupun fasilitas kesehatan. Dengan adanya telemedisin tersebut, dokter spesialis bisa melakukan transfer ilmu kepada dokter layanan primer (telementoring), sehingga dokter layanan primer dapat semakin optimal dalam memberikan layanan kesehatan bagi pasien JKN-KIS secara berkesinambungan.

Baca Juga: Keistimewaan dan Keutamaan Bulan Syawal : Penanda Bulan Kemenangan dan Peningkatan Amal Ibadah

"Selain telemedisin, ada berbagai macam inovasi yang diberikan oleh BPJS Kesehatan untuk memudahkan layanan bagi peserta JKN-KIS. Misalnya, sistem antrean online yang sudah diimplementasikan pada 16.568 FKTP, dan telah terimplementasi di 95% rumah sakit serta terintegrasi dengan Mobile JKN," kata Ghufron yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Ketua Komisi Kesehatan atau Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance (TC Health) ISSA yang beranggotakan 160 negara.

Ghufron menambahkan, digitalisasi layanan kesehatan juga dapat meningkatkan efektivitas dalam proses verifikasi dan pembayaran klaim yang diajukan oleh fasilitas kesehatan. BPJS Kesehatan telah mengimplementasikan E-Vedika atau Verifikasi Digital Klaim yang sudah berjalan sejak jauh sebelum era pandemi dan kini terus dikembangkan agar makin mematangkan kemudahan dan kecepatan verifikasi klaim.

Baca Juga: Real Madrid Membuat Keajaiban, Final Liga Champions: Real Madrid VS Liverpool FC

"Misalnya melalui DIVA atau Digital Validation, yang merupakan sistem otomatisasi ketentuan pengkodean klaim INA CBG’s dalam aplikasi pengajuan klaim (V-Claim) milik BPJS Kesehatan yang berada di rumah sakit. Kami juga sudah mengimplementasikan sistem E-Vedika yang memanfaatkan Elektronik Medical Record (E-MR) di rumah sakit. Hal ini akan terus diperluas penggunaannya, sehingga proses klaim secara elektronik lebih mudah, valid, dan mempercepat proses dari pengajuan hingga proses pembayaran klaim," ujar Ghufron. ***

Editor: Annisa Sasa

Sumber: kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Kunci Sukses Kepemimpinan Ala Atalia Ridwan Kamil

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:00 WIB

Prancis Bersinar dalam Kemenangan 4-1 atas Australia

Rabu, 23 November 2022 | 12:30 WIB

Terpopuler

X