• Kamis, 7 Juli 2022

Persiapan Mudik, Pemerintah Antisipasi Secara Khusus Dua Titik Utama yang Diprediksi akan Terjadi Kepadatan

- Jumat, 15 April 2022 | 06:00 WIB
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional persiapan mudik Terkait Pengamanan Idul Fitri Tahun 2022 di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (14/4/2022). (Sumber foto: dephub.go.id)
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional persiapan mudik Terkait Pengamanan Idul Fitri Tahun 2022 di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (14/4/2022). (Sumber foto: dephub.go.id)

ngaderes.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jalan dari Bekasi menuju Semarang dan penyeberangan Merak-Bakauheni menjadi dua titik utama yang akan diantisipasi secara khusus pada saat arus mudik.

Di dua titik tersebut diprediksi akan terjadi kepadatan pada saat arus mudik lebaran tahun 2022.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berkoordinasi secara intensif dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), terkait dengan penyiapan skenario pengaturan rekayasa lalu lintas saat mudik.

Baca Juga: Bacaaan Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu, Lengkap dengan Arti dan Terjemahan

Hal itu disampaikan Menhub dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2022 Terkait Pengamanan Idul Fitri Tahun 2022 di Masa Pandemi Covid-19.

Rapat tersebut dipimpin oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di Mabes Polri, Kamis (14/4/2022). Turut hadir dalam rapat tersebut: Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Budi mengatakan, sektor darat menjadi titik krusial dari penanganan kelancaran arus mudik dan balik lebaran. Karena berdasarkan survey yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub (Balitbanghub) sekitar 47 persen dari 85,5 juta orang yang diprediksi akan melakukan mudik, akan menggunakan jalur darat, baik kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun angkutan darat (bus, angkutan penyebrangan, dan lain-lain).

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan, telah memberikan diskresi (kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi yang dihadapi) kepada Korlantas Polri untuk menetapkan skenario rekayasa lalu lintas, seperti: system satu arah (one way), contra flow, ganjil genap, dan sebagainya, sesuai dengan kondisi kepadatan di lapangan.

Baca Juga: Kisah Hakim bin Hazam, Sahabat Nabi Satu-Satunya yang Lahir di Kakbah

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Sumber: dephub.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X