• Kamis, 7 Juli 2022

Kapolri: Ada Penyusup pada Demonstrasi 11 April , Bukti Kasus Penganiayaan Ade Armando

- Rabu, 13 April 2022 | 09:29 WIB
Ade Armando dianiaya oleh sekelompok perusuh dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR-RI 11 April lalu (https://tribratanews.polri.go.id/blog/nasional-3/terbukti-adanya-penyusup-bukti-kasus-penganiayaan-ade-armando-45888)
Ade Armando dianiaya oleh sekelompok perusuh dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR-RI 11 April lalu (https://tribratanews.polri.go.id/blog/nasional-3/terbukti-adanya-penyusup-bukti-kasus-penganiayaan-ade-armando-45888)

 

ngaderes.com - Penganiayaan terhadap pegiat sosial Ade Armando menjadi bukti, adanya penyusup pada aksi massa 11 April 2022.

Polri mengutuk keras aksi penganiayaan terhadap Dosen Universitas Indonesia itu. Dari video yang beredar, nampak bahwa para pelaku penganiayaan Ade Armando jauh dari mahasiswa.

Kejadian penganiayaan terhadap Ade Armando terjadi setelah Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kapolri turun dari mobil komando. Aksi berlangsung setelah menerima tuntutan mahasiswa. Saat itu, mahasiswa sudah berangsur meninggalkan gedung DPR.

Baca Juga: Kisah Mengharukan Umar bin Khattab dan Wanita Miskin

Saat itulah para perusuh mengeroyok Ade Armando. Mereka, para anarkis, juga menyasar Anggota Polisi yang mengevakuasi korban. Akibatnya seperti disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si., enam anggotanya terluka parah.

Para perusuh ini bahkan menghadang dan menganiaya patroli motor Polantas yang sedang mengurai kemacetan akibat massa anarkis masuk ke dalam jalan toll.

Akibatnya, Anggota Polantas AKP Rudi Wira terluka. Bahkan, jika tidak ada usaha mahasiswa menghalangi para perusuh, korban patroli Polantas bisa lebih banyak lagi.

Baca Juga: Kumpulan Doa yang Bisa Kamu Panjatkan untuk Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Inilah bukti-bukti yang sulit terbantahkan adanya penyusup pada aksi demonstrasi mahasiswa. Pantauan media sosial menampilkan provokator yang memprovokasi demonstrasi dengan menyiapkan diri untuk menyerang petugas.

Tentu, mereka bukanlah para mahasiswa. Karena pimpinan BEM SI sendiri, mengakui demonstrasi aman dan lancar karena pengawalan Polisi.

Pegiat media sosial sekaligus Dosen Universitas Indonesia Ade Armando dianiaya massa saat mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI, Senin.

Baca Juga: Berawal dari Hobi, Defri Bentuk Komunitas Ruang Edit Untuk Pecinta Visual Grafis

Ade Armando dianiaya sekumpulan massa yang diduga bukan dari kelompok mahasiswa. Dia dianiayai hingga tersungkur ke aspal bahkan celana panjang yang dikenakannya hilang.

Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., Senin,(11/4/22), mengatakan Kepolisian memastikan akan mengusut kasus pemukulan terhadap Ade Armando dalam aksi unjuk rasa 11 April di Gedung DPR RI.

Kadiv Humas Polri memastikan bahwa siapa saja yang terlibat akan diproses hukum.

Kadiv Humas Polri menyampaikan, kasus tersebut akan ditangani oleh Polda Metro Jaya sebagai kepolisian wilayah yang mengamankan jalan aksi unjuk rasa.

 

Editor: Annisa Sasa

Sumber: tribratanews.polri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X