• Kamis, 7 Juli 2022

Bareskrim Polri Naikan Kasus Doni Salmanan ke Penyidikan

- Sabtu, 5 Maret 2022 | 11:17 WIB
Konferensi Pers Divisi Humas Polri soal kasus Doni Salmanan. (Sumber foto: Humas Polri)
Konferensi Pers Divisi Humas Polri soal kasus Doni Salmanan. (Sumber foto: Humas Polri)

ngaderes.com - Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menaikkan kasus yang menjerat Crazy Rich Bandung, Doni Salmanan ke tahap penyidikan.

Doni Salaman diduga affiliator atau seseorang yang mengikuti program afiliasi investasi bodong aplikasi Quotex. Afiliasi merupakan program yang memungkinkan seseorang mendapatkan sejumlah komisi jika sudah berhasil mengajak orang lain untuk membeli maupun menggunakan sebuah produk dari suatu perusahaan.

“Terkait dengan Doni Salmanan bukan menggunakan platform Binomo, melainkan menggunakan platform Quotex,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko dalam keterangannya, Jumat (4/3/2022).

Baca Juga: Bagian 1: Antitesis Kecerdasan, Cerdas dan Bodoh Versi Allah SWT Versus Versi Manusia

Adapun kasus yang menyeret Doni Salmanan baru dinaikkan ke tahap penyidikan setelah dilakukan gelar perkara. Polisi sudah memeriksa 10 saksi, sebanyak 7 di antaranya saksi pelapor dan 3 lainnya saksi ahli.

“Sampai saat ini penyidik sudah meminta keterangan terhadap 10 orang saksi dengan rincian 7 orang saksi dan 3 orang saksi ahli. Untuk saksi adalah saksi pelapor,” ucap Gatot.

Baca Juga: Amalan Ibadah di Bulan Sya'ban Dihitung Dua Kali Lipat Jika Dilakukan, Jangan Lewatkan!

Laporan polisi (LP) atas Doni Salmanan teregister dalam LP bernomor LP: B/0059/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI. LP dibuat pada 3 Februari 2022 oleh pelapor berinisial RA.

Gatot menjelaskan, Doni terancam dijerat dengan pasal tentang judi online, penyebaran berita bohong melalui media elektronik, penipuan, perbuatan curang, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU). Gatot menyebut Doni terancam 20 tahun penjara.

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Sumber: humas.polri.go.id

Tags

Terkini

X