• Minggu, 14 Agustus 2022

Jelang Puasa Ramadan, Masyarakat Bisa Tenang, Mendag Ungkap Kebutuhan Puasa dan Lebaran Terkendali

- Sabtu, 19 Februari 2022 | 11:30 WIB
Kementerian Perdagangan menggelar Rapat Koordinasi Nasional Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa Ramadan dan Lebaran 2022/1443 H yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/02/2022). (Sumber foto: kemendag.go.id)
Kementerian Perdagangan menggelar Rapat Koordinasi Nasional Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa Ramadan dan Lebaran 2022/1443 H yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/02/2022). (Sumber foto: kemendag.go.id)

 

ngaderes.com – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) untuk menghadapi puasa Ramadan dan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 H di wilayah Indonesia terkendali dengan harga yang terjangkau.

Hal ini disampaikan Lutfi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Stabilisasi Harga & Ketersediaan Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa Ramadan dan Lebaran 2022/1443 H di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (18/2/2022).

“Pasokan bapok untuk menghadapi puasa Ramadan tersedia di seluruh wilayah Indonesia untuk satu setengah bulan ke depan. Meskipun terdapat beberapa kendala terkait distribusi, khususnya di wilayah terluar Indonesia untuk komoditas minyak goreng (migor),” papar Lutfi.

Baca Juga: Isra Mi’raj : Nabi Muhammad SAW Meminta Sholat 50 Kali Menjadi 5 Kali Dalam Sehari

Menurut Lutfi, secara umum pasokan minyak goreng sudah digelontorkan dan harga akan berangsur normal dalam beberapa waktu ke depan. Sedangkan untuk komoditas lainnya seperti gula, Lutfi melanjutkan, pasokan melimpah dan harga dalam kondisi terkendali.

“Untuk itu, Kemendag memastikan stok ada, tidak merugikan petani, dan saat bersamaan memastikan pada puasa dan lebaran tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Selain itu, Lutfi mengungkapkan, terdapat beberapa kondisi yang perlu diwaspadai. Yaitu kondisi yang dapat berdampak pada kenaikan harga komoditas dan perekonomian nasional.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai yaitu adanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Ketegangan yang terjadi antara kedua negara tersebut akan mengakibatkan kenaikan harga terigu.

Kenaikan harga terigu berpotensi terjadi karena kedua negara tersebut merupakan penghasil terigu utama dunia.

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Sumber: Kemendag RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Kisah Dibalik Sup Pemersatu Khas Gorontalo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:00 WIB

Indonesia Juara Umum ASEAN Paragames Ketiga Kali

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X