• Kamis, 7 Juli 2022

Terkait Wadas dan Pembangunan Bendungan Bener, Ganjar Tegaskan Jangan Ada Pejabat yang “Bermain”

- Selasa, 15 Februari 2022 | 23:17 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menggelar rapat terkait proyek pembangunan bendungan Bener, Purworejo pada Senin (14/2/2021).  (Sumber foto: jatengprov.go.id)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menggelar rapat terkait proyek pembangunan bendungan Bener, Purworejo pada Senin (14/2/2021). (Sumber foto: jatengprov.go.id)

ngaderes.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung menggelar rapat terkait proyek pembangunan Bendungan Bener Purworejo pada Senin (14/2/2021). Rapat digelar seusai Ganjar mendatangi Desa Wadas, dan mendengarkan masukan serta cerita-cerita dari masyarakat kontra.

Dalam rapat terkait proyek pembangunan Bendungan Bener, Ganjar mengundang Kepala Kantor wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jateng, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng.
 
Kata-kata Ganjar cukup tegas saat membuka forum rapat. Dia meminta tidak boleh ada pejabat yang bermain-main terkait proyek pembangunan Bendungan Bener.
 
 
“Yang ingin saya tekankan, abdikan diri kita untuk kepentingan bangsa dan negara. Buang pikiran yang kira-kira akan menyulitkan di lapangan. Apakah bisnis, kepentingan pribadi dan sebagainya. Jangan ada yang bermain-main, ini bicara Merah Putih dan kita kontribusikan untuk masyarakat. Saya serius soal ini,” tegas Ganjar.
 
Selain itu, Ganjar meminta para pihak untuk melakukan evaluasi. Evaluasi tersebut ia dapat seusai memperoleh masukan langsung dari masyarakat, saat dirinya datang ke Wadas.
 
Evaluasi, lanjut Ganjar, difokuskan pada tiga hal, pertama yakni evaluasi teknis terkait proyek pembangunan bendungan Bener. Kedua, Ganjar juga meminta semua pihak melakukan evaluasi terkait cara pendekatan, dan ketiga membuka lebar-lebar ruang dialog.
 
“Saya sendiri sudah membuktikan, kemarin ke sana (Wadas) sambutan masyarakat baik. Mereka yang kontra bisa saya ajak komunikasi baik-baik. Intinya cara pendekatannya harus smooth, tidak boleh ada kekerasan, kecuali ada ancaman,” beber Ganjar.
 
Dia menegaskan, sejak awal sudah ada kesepakatan tidak boleh ada kekerasan. Sehingga, kalau terjadi kekerasan seperti saat itu, Ganjar menyerahkan pada kepolisian untuk melakukan evaluasi.
 
“Kami serahkan ke Kapolda, mangga dievaluasi. Karena desain awal, kami sepakat tidak ada kekerasan. Bahwa kemudian di lapangan terjadi, sangat mungkin itu. Jadi mangga Kapolda melakukan evaluasi sendiri, sehingga nanti secara institusional kita bisa memberikan dukungan dengan baik,” katanya.
 
 
Ganjar juga meminta BPN dan BBWS lebih proaktif dalam penyelesaian problem proyek itu. Sejumlah hal teknis, seperti pembayaran ganti rugi pada masyarakat yang sudah setuju, harus segera dilakukan agar masyarakat tenang.
 
“Yang sudah setuju segera dibayarkan, yang belum setuju kita hormati dan kita ajak bicara. Bagaimana teknisnya, bagaimana kondisi pasca ditambang, aspek lingkungan seperti apa, dan lain sebagainya, agar semua memahami,” ucapnya.
 
Ganjar juga mengatakan, Pemprov Jateng sudah siap melakukan pendampingan pada warga Wadas. Informasi yang diterima saat ia ke Wadas, banyak masyarakat trauma, anak-anak jadi sasaran bullying.
 
“Kami siap bantu. Semua OPD saya perintahkan turun. Kalau masyarakat setuju, besok langsung kita terjunkan untuk mendampingi perempuan, anak, membantu program pengentasan kemiskinan, memberikan trauma healing dan sebagainya,” pungkasnya

Editor: Intan Resika Rohmah

Sumber: Humas Jateng

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X