• Minggu, 14 Agustus 2022

Aman dan Layak Jadi Tempat Pendidikan, Ini Tips Pilih Pesantren Menurut Kemenag

- Jumat, 4 Februari 2022 | 06:21 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) M. Ali Ramdhani. (kemenag.go.id)
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) M. Ali Ramdhani. (kemenag.go.id)

ngaderes.com - Kiprah pesantren di tanah air tidak perlu diragukan. Sebagai lembaga pendidikan asli Indonesia, pesantren telah memiliki kontribusi besar bagi negeri ini.

Salah satu wujudnya dengan banyaknya tokoh berlatarbelakang pendidikan pesantren menjadi pemimpin besar di Indonesia. 
 
Mulai dari Presiden RI KH Abdurrahman Wahid, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, hingga menteri dan kepala daerah yang pernah menjadi santri pesantren.

Baca Juga: Muslimah Bandung Hobi Berenang? Tak Perlu Khawatir, Kolam Renang Muslimah Bisa Jadi Alternatif

“Ini sesungguhnya memberikan fakta bahwa pesantren adalah tempat yang aman, layak, dan tepat untuk pengembangan anak bangsa,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) M. Ali Ramdhani, di Jakarta, Kamis (3/2/2022). 
 
Dhani, begitu ia biasa disapa mengungkapkan, belakangan eksistensi pesantren sedikit terganggu akibat adanya isu kekerasan seksual dan terorisme yang muncul dan menyeret pesantren.

Hal ini kerap menjadi kekhawatiran bagi sebagian orang tua yang ingin menitipkan anaknya dalam pengasuhan pendidikan pesantren
 
Ia menuturkan, kekhawatiran semacam ini tidak perlu muncul jika orang tua memahami bagaimana sesungguhnya pesantren.

“Saya ingin mengingatkan bagi seluruh anak bangsa, terutama kepada seluruh orang tua yang hari ini ingin menitipkan anaknya dalam proses pendidikan pondok pesantren perlu melihat apakah lembaga yang menyebut dirinya pesantren memiliki arkanul ma’had (rukun pesantren),” tutur Dhani. 

Baca Juga: 25 Kata-Kata Bijak Umar bin Khattab yang Menginspirasi dan Penuh Makna
 
Dhani melanjutkan ada lima hal yang menjadi arkanul ma’had.

Pertama, kiai yang menjadi figur teladan sekaligus pengasuh yang membimbing santri.

Kedua, adanya santri mukim.

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Kisah Dibalik Sup Pemersatu Khas Gorontalo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:00 WIB

Indonesia Juara Umum ASEAN Paragames Ketiga Kali

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X