• Minggu, 5 Februari 2023

Industri Migas, Andalan Penerimaan Negara yang Tetap Kuat Meski Pandemi

- Minggu, 30 Januari 2022 | 17:04 WIB
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat melakukan kunjungan kerja ke Wilayah Kerja Mahakam pada (21/01/2022) (skkmigas.go.id)
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat melakukan kunjungan kerja ke Wilayah Kerja Mahakam pada (21/01/2022) (skkmigas.go.id)

ngaderes.com - Keberadaan Covid-19 di tahun 2021 yang menyebar dengan cepat ke berbagai kalangan, usia, dan wilayah membuat berbagai sektor ekonomi dan industri mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Tidak terkecuali sektor industri hulu migas.

Meski begitu, sektor industri hulu migas kembali membuktikan kemampuannnya sebagai andalan penerimaan Negara. Pada September 2021 lalu, industri migas mampu memberikan 9,53 miliar dolar AS pada Negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Angka tersebut naik 131 persen dari target yang Pemerintah tetapkan, yakni sebesar 7,28 miliar dolar AS.

Hingga kuartal ke III November 2021 lalu, penerimaan negara dari sektor industri hulu migas mencapai 12,55 miliar dolar AS atau setara dengan Rp. 182 triliun atau 172% dari target.

Baca Juga: Satlantas Polresta Malang Kota Lakukan Penutupan Jalan Untuk Tekan Kasus Omicron, Ini Jalan yang Ditutup

Selain dari PNBP, pemerintah juga mendapatkan penerimaan lain dari industri hulu migas, misalnya saja penerimaan pajak.

Setoran pajak industri hulu migas sampai dengan 19 Desember 2021 meliputi : PPh (Pajak Penghasilan) Migas senilai Rp. 52,49 triliun, PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) Migas dan sektor lainnya senilai Rp. 7,7 triliun, PPh non Migas Rp. 5,8 triliun, PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) senilai Rp. 3,1 triliun, dan pajak lainnya senilai Rp. 0,036 triliun.

Harga Minyak Dunia Naik

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, mengatakan peningkatan ini tidak lepas dari harga minyak dunia yang naik dan efisiensi kegiatan operasional yang dilakukan oleh SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Sejak pertengahan tahun 2021, harga minyak mentah dari Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mulai naik hingga per September 2021 mencapai 72,2 dolar AS per barel. Tidak hanya itu, diprediksi harga gas alam cair (LNG) juga akan mengalami peningkatan hingga kuartal I Tahun 2022 seiring dengan naiknya kebutuhan energi dunia,” ungkap Dwi.

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Tags

Terkini

Puluhan Tewas dalam Ledakan Masjid di Pakistan

Selasa, 31 Januari 2023 | 12:00 WIB
X