• Jumat, 30 September 2022

Vaksin Dosis 3 Sudah Dimulai dan Berikut Kesiapan Pemerintah Hadapi Covid-19 Varian Omicron

- Selasa, 25 Januari 2022 | 09:12 WIB
Rapat Terbatas Putuskan Vaksinasi Booster (Kementrian Komunikasi dan Informatika RI)
Rapat Terbatas Putuskan Vaksinasi Booster (Kementrian Komunikasi dan Informatika RI)



ngaderes.com - Sebagaimana telah ditetapkan Presiden Joko Widodo, vaksin dosis 3 (booster) sudah dimulai dari 12 Januari 2022 lalu.

Vaksin dosis 3 ini diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis ke dua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan.

“Vaksin dosis 3 akan diberikan kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua,” ujar Menkes, Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (03/01/2022).

Ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari. Menkes mengatakan bahwa sampai saat ini, ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria vaksin dosis 3.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menghimbau agar ketersediaan stok vaksin dihabiskan dan dipercepat prosesnya terutama bagi provinsi yang belum mencapai targetan vaksinasi.

“Kemarin di akhir tahun baru yang perlu masih di kejar adalah Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua. Itu adalah provinsi-provinsi yang belum sampai 70 persen dosis pertama,” ucap Menkes.

Menkes juga menuturkan, pemerintah telah mengamankan stok vaksin dosis 3 sekitar 113 juta dosis vaksin dari total kebutuhan sebanyak 230 juta dosis.

Baca Juga: Studi: Vaksin HPV Bisa Kurangi Risiko Kanker Serviks Hingga 87 Persen


Terkait kesiapan, pemerintah telah menyiapkan berbagai hal guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron, salahsatunya ketersediaan tempat tidur.

“Jumlah tempat tidur di Indonesia ada sekitar 400 ribu, 30 persennya 120 ribu kita dedikasikan ke Covid, sekarang yang terisi sekitar 2.400-2.500-an. Jadi masih ada room lebih dari 110 ribu yang sebelumnya memang kita sudah alokasikan untuk Covid,” ujar Menkes.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan oksigen medis sebanyak 16 ribu oksigen konsentrator yang kita kirim ke seluruh rumah sakit di seluruh Indonesia terutama yang akses oksigennya susah. Ini setara dengan 800 ton per hari.

“Kita sudah menerima dan sekarang sedang memasang, 70 persen sudah selesai, 31 oksigen generator. Ini oksigen yang besar yang bisa menyuplai satu rumah sakit dan juga bisa buat mengisi tabung, itu juga kita sudah siapkan,” ungkap Menkes.

Pemerintah pun telah menyiapkan kebutuhan obat-obatan antara lain dengan mendatangkan obat molnupiravir. Menurut Menkes, obat tersebut telah terbukti bisa mengurangi laju masuknya pasien ke rumah sakit bagi mereka yang terkena Covid-19 dengan saturasi oksigen di atas 94 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes mengimbau seluruh masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara baik dan disiplin. Menkes juga meminta masyarakat untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk memudahkan proses penelusuran kasus. Bagi siapa saja yang sudah melakukan perjalanan  luar negeri, harap disiplin menjalani karantina.

“Jadi memang sudah membuktikan negara kita itu aman, teman-teman datang ke luar malah ketularan, masuk, ya kita harus lindungi yang 270 juta yang lain,” tandasnya.

Editor: Annisa Sasa

Sumber: Kementrian Kominfo

Tags

Terkini

Tak Sabar Menanti Piala Dunia U-20 di Indonesia

Kamis, 22 September 2022 | 12:00 WIB

Hari Pertama Pasar Murah, Lebih dari 100 kg Telur Ludes

Selasa, 20 September 2022 | 10:00 WIB

Wujudkan Bandung Jagjag Waringkas, Dinkes Kawal UHC

Jumat, 16 September 2022 | 12:00 WIB
X