• Selasa, 4 Oktober 2022

Saatnya Millenial Melek Wakaf bersama Graha Dhuafa Indonesia

- Rabu, 19 Januari 2022 | 15:18 WIB
Foto: Dok. Graha Dhuafa Indonesia
Foto: Dok. Graha Dhuafa Indonesia

News Feature - Wakaf merupakan salah satu amal saleh yang sangat dimuliakan dalam Islam. Sebagai upaya pengenalan wakaf kepada generasi muda, Graha Dhuafa Indonesia (GD) menggelar webinar yang bertajuk “Saatnya Millenial Melek Wakaf pada Minggu, (16/01/2022).

Webinar talkshow gratis tersebut diisi oleh narasumber Dewan Syariat Graha Dhuafa Indonesia, Abu Zaki dan millenial Influencer, Sherly Annavita. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh 13 ilustrator yang sudah bekerja sama dengan Graha Dhuafa Indonesia dalam pembuatan kalender 2022.

Mengenal Wakaf Lebih Dekat

Dalam diskusi tersebut, Dewan Syariat Graha Dhuafa Indonesia, Abu Zaki mengawali diskusi tentang keutamaan wakaf. Abu Zaki menjelaskan ada banyak keutamaan wakaf. Salah satunya yaitu Allah akan senantiasa menyertai dan selalu dekat dengan orang yang berwakaf.

Terkait hal tersebut dijelaskan dalam Quran surat Al-Maidah ayat 12 dan disebut sebagai bentuk pinjaman yang ditujukan kepada Allah. Abu Zaki mengatakan, dalam ayat tersebut salah satu bentuk pinjaman baik ini di antaranya adalah Infak, shodaqoh dan juga wakaf.

Foto: Dok. Graha Dhuafa Indonesia

Wakaf (diibaratkan) sebagai pinjaman kepada Allah dan Allah pasti membayarnya,” ucap Abu Zaki.

Abu Zaki juga menjelaskan perumpamaan ganjaran yang akan dituai dari amalan wakaf ini seperti menanam sebulir padi dan bisa menghasilkan ratusan bulir. Artinya, Allah akan mengganti dan lipat gandakan harta yang kita keluarkan. Oleh karena itu, wakaf dinilai salah satu amal saleh yang mulia sebab pahalanya akan terus mengalir sebagai amal jariyah walaupun orang yang berwakaf sudah meninggal.

Selanjutnya Abu Zaki menegaskan dalam berwakaf ini dilakukan sesuai kemampuan masing-masing. Hal ini ia ambil dari perumpamaan yang disebutkan oleh Rasulullah, tentang anjuran untuk berwakaf walaupun hanya bisa sebesar sangkar burung. Sehingga wakaf tidak harus selalu dengan harta berupa uang, tanah atau bangunan. Ada banyak bentuk yang bisa dijadikan wakaf untuk kepentingan masyarakat, misalnya karya ilmiah karena hal itu bermanfaat bagi orang lain.

“Kalau tidak bisa dengan harta, bisa dengan karya yang bisa menginspirasi dan bermanfaat,” tutup Abu Zaki.

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Tags

Terkini

Bulog Banjiri Stok Beras di Pasar Tembus 650 Ribu Ton

Selasa, 4 Oktober 2022 | 12:00 WIB

Tak Sabar Menanti Piala Dunia U-20 di Indonesia

Kamis, 22 September 2022 | 12:00 WIB

Hari Pertama Pasar Murah, Lebih dari 100 kg Telur Ludes

Selasa, 20 September 2022 | 10:00 WIB

Wujudkan Bandung Jagjag Waringkas, Dinkes Kawal UHC

Jumat, 16 September 2022 | 12:00 WIB
X