• Minggu, 14 Agustus 2022

PTM Hari Pertama di Jawa Tengah, Ganjar Beri Evaluasi

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 01:00 WIB
Tinjau-PTM3-768x509
Tinjau-PTM3-768x509

Berita Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengontrol pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama di Jawa Tengah, Senin (30/8/2021). Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan di sekolah berjalan baik. Ganjar berkeliling Kota Semarang dengan bersepeda untuk memeriksa proses pelaksanaan PTM di pagi hari. Beberapa sekolah yang dilewati ia pantau, namun karena masih pagi dan belum ada aktivitas, Ganjar hanya melintas dan tidak berhenti. Saat tiba di depan SMPN 13 Kota Semarang, Ganjar melihat aktivitas siswa sudah mulai ramai. Ia pun berhenti dan masuk ke sekolah untuk melakukan pengecekan. Ganjar dengan teliti melihat penerapan prokes saat pelaksanaan PTM di sekolah itu. Mulai dari siswa datang, dicek suhu, cuci tangan dan masuk ke dalam kelas. Saat melihat proses itu, Ganjar menemukan masih ada hal yang harus dievaluasi, yakni siswa berkerumun untuk cuci tangan. “Ayo antre, jaga jarak ya. Jangan berkerumun. Pak yang seperti ini harus dievaluasi. Kalau bisa tempat cuci tangannya ditambah, jaraknya diatur ya,” pinta Ganjar. Tak hanya melihat di luar sekolah, Ganjar juga masuk ke dalam untuk mengecek kondisi kelas. Di dalam kelas, Ganjar senang karena penataan ruangan sudah dilakukan, dengan meja siswa berjarak dan diberi sekat-sekat dari plastik. “Ini bagus, jaraknya jauh dan ada sekatnya,” imbuhnya.

Pastikan Siswa Lakukan Prokes Selama PTM

Ganjar meminta pihak sekolah memastikan betul pelaksanaan protokol kesehatan selama PTM di Jawa Tengah berlangsung. Tidak hanya di sekolah, tapi memastikan prokes dilakukan siswa sejak berangkat hingga pulang ke rumah.
-
Foto: Humas Jateng “Anak-anak mesti dicek sejak awal, siapa yang ngantar dan pulangnya bagaimana. Saran saya yang mengantar adalah orang tuanya, sehingga bisa menjamin mereka sehat. Itu yang penting,” ucapnya. Dari sisi protokol kesehatan, Ganjar melihat persiapan sekolah sudah bagus. Tinggal perbaikan saat anak-anak antre yang harus dilakukan. “Anak-anak belum biasa mengantre. Jadi kalau mau cuci tangan, mereka berebut di wastafel sehingga terjadi potensi kontak. Maka saya minta dievaluasi, dibuatkan garis-garis dan diatur di setiap titik yang dipakai antre. Misalnya di tempat cuci tangan, masuk kelas dan lainnya,” jelasnya. Dari sisi kelas, Ganjar melihat konsepnya sudah bagus. Ada jarak yang dibuat dan disekat menggunakan plastik. Jam pelajaran juga dibatasi dengan jumlah siswa yang hanya separuh. “Polanya sudah bagus, tinggal evaluasi antrean saja untuk perbaikan,” ucap gubernur. Ganjar meminta semua sekolah yang menggelar PTM di Jateng benar-benar melaksanakan protokol kesehatan. Tidak boleh ada yang abai terkait hal itu, karena menyangkut keselamatan siswa.

Sekolah Sudah Siap

-
Foto: Humas Jawa Tengah Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMPN 13 Semarang, Joko Winarno mengatakan, PTM di sekolahnya digelar dengan protokol kesehatan ketat. Siswa yang masuk dibatasi 50 persen, dan jam belajar dibatasi dua jam perhari. “Setiap kelas itu maksimal 50 persen dari total rombongan belajar. Kalau satu rombel itu ada 32 siswa, maka yang masuk sekolah hanya 16 siswa, sisanya tetap belajar dari rumah,” ucapnya. Joko mengatakan, dalam sehari siswa hanya akan belajar empat mata pelajaran dengan estimasi waktu maksimal 30 menit per mata pelajaran. Dalam seminggu, pihaknya akan menggelar PTM selama empat hari. Sumber: Humas Jateng Editor: Redaksi  

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Ini Kisah Dibalik Sup Pemersatu Khas Gorontalo

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:00 WIB

Indonesia Juara Umum ASEAN Paragames Ketiga Kali

Minggu, 7 Agustus 2022 | 18:00 WIB
X