• Selasa, 5 Juli 2022

Asma binti Abu Bakar: Teladan Bagi Wanita (Part1)

- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 10:53 WIB
WhatsApp Image 2021-08-14 at 18.57.32
WhatsApp Image 2021-08-14 at 18.57.32

Her Story -- Dari kisah Bilal ke Sumayya, sejarah Islam penuh dengan pengorbanan yang dilakukan oleh para sahabat Nabi (semoga damai dan berkah Allah besertanya). Asma binti Abu Bakar memiliki kedudukan khusus di kalangan umat Islam awal. Pengorbanannya untuk Islam sangat banyak. Asma adalah putri Abu Bakar dan saudara perempuan Ummul Mukmin Aisyah ra. Dia adalah ibu dari Khalifah Abdullah bin Zubair. Empat generasinya adalah sahabat. Dia adalah orang ke-18 yang masuk ke dalam Islam. Asma lahir pada 595 Masehi atau 27 tahun sebelum hijrah Nabi Muhammad dan wafat pada 692 Masehi. Asma binti Abu Bakar mendukung Islam sejak usia dini. Dia memainkan peran kunci dalam migrasi Nabi Muhammad saw. Asma dipercaya untuk membawakan makanan untuk Abu Bakar dan Nabi Muhammad saw yang bersembunyi di Gua Tsur. Gua itu sekitar tiga mil jauhnya di jalur pegunungan. Dia membawa makanan setiap hari selama tiga hari, meskipun keadaannya dia sedang hamil tujuh bulan.  

Julukan "Dzatun Nithaqain"

-
Foto: pexels.com/errin casano Hari terakhir ketika Asma menyiapkan bekal perjalanan, saat akan membawa makanan dan minuman dia tidak menemukan tali untuk membawa. Akhirnya Dia merobek Nitaq (ikat pinggang) menjadi dua bagian dan membawa perbekalan tersebut yang akan beliau kirim ke gua tsur. Nabi Muhammad saw melihatnya, dia tersenyum dan berkata kepadanya, “Sesungguhnya, Allah telah memberimu, sebagai ganti ikat pinggang ini, dua ikat pinggang di surga.” Dan dengan demikian dia disebut sebagai " Dzatun Nithaqain " (perempuan yang memiliki dua ikat pinggang). Dia mempertahankan gelar terhormat ini seumur hidup. Setelah keduanya meninggalkan gua Tsur, Abu Jahal datang mencari mereka dan menampar Asma dengan sangat keras hingga darah mengucur dari telinganya. Menahan rasa sakit dengan keberanian dan toleransi, dia tidak mengungkapkan rahasianya. Ketika Nabi Muhammad saw mencapai Quba dekat Madinah, ia mengundang sekelompok yang termasuk putri-putrinya dan Asma menemani mereka. Ketika mereka sampai di dekat Quba, dia melahirkan seorang anak laki-laki bernama Abdullah bin Zubair. Rasulullah sangat senang. Dia mengambil bayi itu di pangkuannya dan memberikan sedikit kurma yang dikunyahnya di mulut bayi itu. Abdullah adalah bayi pertama yang lahir dari Muhajirin di Madinah. Zubair bin Al-Awwam, suaminya, hijrah ke Madinah dengan tangan hampa meninggalkan segala sesuatu di Makkah. Asma binti Abu Bakar menghabiskan waktu yang sulit di awal. Putri seorang pria kaya mendapati dirinya merawat hewan, menguleni, menggiling, dan mengambil air. Dia biasa membawa di kepalanya batu kurma dari tanah mereka pada jarak dua mil dari Madinah. Bersambung Part 2. Sumber: arabnews.com Editor: Redaksi

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X