• Minggu, 5 Februari 2023

Seperti Ini Proses Penerapan New Normal atau Tatanan Hidup Baru di Jawa Barat

- Jumat, 5 Juni 2020 | 07:08 WIB
highway-3392100_1920
highway-3392100_1920

Ngaderes.com - Ditengah pandemi Covid-19 yang belum kita ketahui kapan berakhirnya. Istilah New Normal kian terdengar gaungnya di tengah masyarakat. New normal adalah kondisi dimana masyarakat akan beradaptasi dengan kebiasaan dan normalitas baru. Dalam rangka peninjauan kesiapan prosedur standar tatanan normal baru di sarana perniagaan. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Summarecon Mall Bekasi (SMB), Bekasi Utara, Kota Bekasi, Selasa (26/5/20) lalu.
New Normal Melihat Fakta dan Data di Lapangan
Presiden Jokowi menuturkan bahwa menuju sebuah tatanan normal baru perlu melihat data dan fakta di lapangan. Data dan fakta yang dimaksud Presiden Jokowi salah satunya adalah terkait angka penyebaran virus SARS-CoV-2, sebagai virus penyebab penyakit COVID-19. Adapun cara pemerintah mengetahui angka penyebaran virus SARS-CoV-2, yaitu melalui angka basic Reproduction-number atau Angka Reproduksi Dasar (R0 dibaca R-naught).
Penerapan New Normal di Jawa Barat
Senada dengan Presiden Jokowi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa penerapan tatanan normal baru di Jabar harus berbasis data. Berikutnya, adaptasi akan dilakukan di sebuah wilayah yang memungkinkan penerapan new normal tersebut.
“(Tatanan normal baru) ini bukan pelonggaran, bukan relaksasi, tapi adaptasi terhadap normalitas baru. Kami di Jawa Barat harus berbasis data, kalau datanya memungkinkan maka adaptasi bisa dilakukan,” ujar Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.
Kang Emil menjelaskan, saat ini terdapat lima level kewaspadaan atau leveling di Jabar. Level kewaspadaan tersebut akan menentukan penerapan tatanan normal baru di setiap daerah. “Level paling parah yaitu zona hitam, itu tidak ada di Jabar, yang zona merah masih ada 3 kabupaten/kota, kemudian 19 kabupaten/kota sudah zona kuning, 5 kabupaten/kota sudah zona biru, tapi belum ada zona hijau,” kata Kang Emil, Selasa (26/5/20). Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani menyatakan, Jabar dinilai dapat mengendalikan SARS-CoV-2, dimana 1 orang positif COVID-19 di Jabar menularkan hanya ke 1 orang lainnya. Hal itu Berli sampaikan dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/5/20). "Pemda Provinsi Jabar siap beradaptasi dan memasuki tatanan normal baru dengan menyusun panduan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di semua sektor, mulai dari lembaga pendidikan, rumah ibadah, industri, perdagangan, sampai perkantoran," ujar Berlin. Panduan tersebut menyiapkan protokol kesehatan baru yang lebih ketat. Misalnya, mal wajib membatasi jumlah pengunjung, menyediakan alat keberhasihan bagi pekerja dan pengunjung, dan memasang pembatas atau tabir kaca bagi pekerja yang melayani pengunjung. Saat ini, khususnya di Provinsi Jawa Barat sudah mulai beradaptasi dan masuk tatanan normal baru pada Senin (01/06/20). Provinsi DKI Jakarta, Sumatera Barat, serta Gorontalo serta 25 kabupaten/kota lainnya menyusul memasuki zona new normal ini.   Penulis : Isyfa Editor : Sasa  

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Puluhan Tewas dalam Ledakan Masjid di Pakistan

Selasa, 31 Januari 2023 | 12:00 WIB
X