• Rabu, 7 Desember 2022

Komunitas Sajabar Aksara Ngamumule Budaya Melalui Aksara Sunda

- Senin, 23 September 2019 | 09:40 WIB
2aa939d4-03a8-4ce3-89df-4d7acf14813d
2aa939d4-03a8-4ce3-89df-4d7acf14813d

Dalam rangka ngamumule Aksara Sunda, tiga komunitas yang terdiri dari Sri Manganti (Garut), Jatinangor Aksara Sunda (Sumedang) dan WhatsApp Aksara (Bandung), menghimpun untuk mendirikan komunitas yang mereka namai Sajabar Aksara. Dipelopori oleh Asep Saeful Azhar, komunitas ini resmi berdiri sejak 16 Juni 2019 lalu. “Komunitas ini gabungan dari beberapa komunitas di bidang yang sama, yaitu Aksara Sunda. Ada Sri Manganti dari Garut, kemudian Jatinangor Aksara Sunda atau JAS dari Sumedang, dan Whatsapp Aksara dari Kota Bandung” ujar Asep saat diwawancarai di kediamannya, Ahad (15/9/2019). Berawal dari lomba tahunan bertajuk Pasanggiri yang rutin diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, komunitas ini memiliki misi utama memasyarakatkan Aksara Sunda yang semakin hari kian tergerus zaman. “Jadi tujuan kami adalah ingin memasyarakatkan Aksara Sunda di tingkat Jabar dan yang akan dijadikan percontohan membuka pilot project di tiga kota/ kabupaten. Kota Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut,” Katanya Memilih tiga wilayah tersebut menurutnya memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat dengan Sunda. Kota Bandung sebagai pusat Ibu Kota Jawa Barat, Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda, dan Garut yang memiliki sejarah di situs Ciburuy yang terdapat Mandala sebagai situs yang memiliki nilai sejarah di bidang pendidikan zaman kerajaan. Menanggapi realitas Aksara Sunda hari ini, Asep menganggap hanya berhenti sebagai identitas daerah belum menjadi tatanan keseharian. Adapun yang diajarkan di bangku pendidikan Asep menilai belum maksimal. “Saya melihat Aksara Sunda hari ini hanya dijadikan identitas kedaerahan misalnya tercantum di plang nama jalan. Kalau dalam pendidikan baru sebatas pengenalan belum mencapai pelestarian yang mendalam,” tambahnya. Asep menambahkan Sajabar Aksara lahir sejalan dengan program pemerintah yang diatur dalam Perda Jawa Barat nomor 5 tahun 2003 tentang pemeliharaan bahasa, sastra, dan aksara daerah. Harapannya pelestarian budaya Sunda dalam program Rebo Nyunda bukan hanya pada menggunakan bahasa dan pakaian adat Sunda. “Gerakan ini sejalan dengan apa yang diatur pemerintah melalui Perda Jabar. Saya harap gerakannya yang diimplementasikan dalam program Rebo Nyunda bukan hanya sekadar menggunakan bahasa dan raksukan (pakaian adat) tetapi juga misalnya menulis surat di instansi pemerintah memakai Aksara Sunda, di sekolah pakai Aksara Sunda, dan sebagainya. Meskipun itu hal yang berat juga,”ujar Asep. Dalam waktu dekat, Sajabar Aksara berencana meluncurkan produk berbentuk kartu permainan untuk media pembelajaran agar lebih memudahkan dalam mempelajari Aksara Sunda. “Tim Sajabar Aksara Insya Allah dalam waktu dekat akan meluncurkan kartu permainan Aksara Sunda. Tujuannya kami ingin berinovasi dalam pengenalan Aksara Sunda dengan media sehingga metode pembelajarannya lebih variatif,” pungkasnya. Reporter: Rizal Sunandar

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

5 Kunci Sukses Kepemimpinan Ala Atalia Ridwan Kamil

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:00 WIB

Prancis Bersinar dalam Kemenangan 4-1 atas Australia

Rabu, 23 November 2022 | 12:30 WIB

Terpopuler

X