• Sabtu, 30 September 2023

Hari Pendidikan Nasional 2023 Mendikbudristek Sampaikan Perubahan Pendidikan Indonesia Selama 3 Tahun Terakhir

- Selasa, 2 Mei 2023 | 10:00 WIB
Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman kantor Kemendikbudristek, Jakarta, pada Selasa (2/5/2023). (Foto: Dok. Kemendikbudristek)
Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman kantor Kemendikbudristek, Jakarta, pada Selasa (2/5/2023). (Foto: Dok. Kemendikbudristek)

ngaderes.com - Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengusung tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar”.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan beberapa transformasi atau perubahan yang telah dicapai selama tiga tahun terakhir, pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman kantor Kemendikbudristek, Jakarta, pada Selasa (2/5/2023).

“Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang telah diluncurkan Kemendikbudristek kini semakin mendekatkan pendidikan pada cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan anggota masyarakat,” tutur Nadiem.

Baca Juga: May Day 2023: Kemnaker Janji Beri Perlindungan Sosial ke Pekerja Sektor Informal dari Resiko Kecelakaan Kerja

Saat ini, Nadiem melanjutkan, anak-anak Indonesia bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri. Selain itu, para kepala sekolah dan kepala daerah juga kini lebih mudah melakukan pemantauan pelaksanaan pendidikan.

“Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikannya, sekarang dapat menggunakan data Asesmen Nasional di Platform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan,” ujar Nadiem.

Selain itu, diungkapkan Mendikbudristek bahwa Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakteristik dan kompetensi. Bahkan, seleksi masuk perguruan tinggi negeri pun sekarang fokus pada mengukur kemampuan literasi dan bernalar.

“Adik-adik mahasiswa yang dulu hanya belajar teori di dalam kelas, sekarang bisa melanglang buana mencari pengetahuan dan pengalaman di luar kampus dengan hadirnya program-program Kampus Merdeka,” ungkap Nadiem.

Capaian dana pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi

Lebih dari itu, Mendikbudristek mengemukakan tentang berbagai capaian pendanaan pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi.

Pada program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Kemendikbudristek telah memberikan kemudahan dalam pencairan langsung hingga fleksibilitas pemanfaatannya bagi sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

Selanjutnya, adanya perluasan program beasiswa juga memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sekarang menjadi jauh lebih terbuka.

Baca Juga: COVID-19 di Garut Meningkat Lagi, Masyarakat Diminta Jaga Prokes

“Dukungan dana padanan untuk mendanai riset juga telah melahirkan begitu banyak inovasi yang bermula dari kolaborasi. Dana Indonesiana yang fleksibel dapat mewadahi gagasan-gagasan kreatif para seniman dan pelaku budaya, sehingga mampu menghasilkan karya-karya hebat yang mendukung kemajuan kebudayaan,” imbuh Nadiem.

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Sumber: kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mendunia! Produk Kota Bandung Bakal Hadir di 4 Musim

Jumat, 29 September 2023 | 17:00 WIB

Street Food Sumatera, PKL Bandung Lebih Tertata

Jumat, 29 September 2023 | 16:45 WIB

Kebakaran TPA Sarimukti Berhasil Dipadamkan

Rabu, 27 September 2023 | 09:00 WIB
X