Kemenristek (BRIN) Cimahi Techno Park CTP
Foto: Dita FA/Ngaderes.com

Ngaderes.com – Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengunjungi Cimahi Techno Park (CTP) Selasa (08/12/2020). Bersama Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Bambang hadir memantau pergerakan dan progres yang ada di dalam gedung Cimahi Techno Park.

Dalam sambutan kegiatan tersebut, Bambang menyampaikan bahwa stafnya di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sempat mengusulkan pembangunan 100 Science Techno Park (STP) dalam setahun di seluruh Indonesia. Namun usulan tersebut sempat diragukan mengingat data Bappenas menunjukan, tidak banyak daerah kabupaten/kota di Indonesia yang benar-benar siap menjalankan STP.

“Dari jumlah seratus itu, dipotong extrim sampai di bawah 10. Karena saya tidak ingin membuat projek yang nantinya mangkrak atau stagnan di tengah jalan. Tentunya kami hanya memberikan perhatian kepada daerah-daerah yang memang siap dengan konsep tidak hanya membangun, tapi juga mengembangkan dan bisa menjamin keberlanjutan dari STP,” ujar Bambang dihadapan para tamu undangan dan start up binaan CTP sore itu.

Bambang menilai, Cimahi berhasil menjaga keberlangsungan STP yang sudah dikembangkan beberapa waktu lalu. Menurutnya ada 3 faktor yang membuat CTP dapat dirasakan manfaatnya oleh para pelaku start up atau tenan untuk pengembangan bisnis.

Pertama, ada pendampingan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sehingga ada Sumber Daya Manusia (SDM) yang pengalaman dan punya kapasitas dalam menjaga keberlangsungan STP. Kedua, Cimahi bukan kota besar tapi penduduknya cukup padat. Ketiga, posisi Kota Cimahi yang dekat dengan Bandung, dimana Bandung sudah dikenal lama dan dianggap sebagai sentra kota kreatif di Indonesia.

“Dengan keberadaan penduduk yang padat, kedekatan dengan Bandung, tidak ada sumber daya alam atau industri yang berkembang di Cimahi, maka sangat wajar CTP ini berkembang dengan fokus. Selain itu, kapasitas dari SDM dan era revolusi industri ke 4 yang fokus pada digital kreatif, itulah indikator keberhasilannya, karena berfokus,” papar Bambang.

Reporter: Isyfa
Editor: Intan Resika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here