Malam Lailatul Qadar
Sumber: pexels.com

Opini — Bulan suci Ramadan adalah bulan paling diberkahi bagi umat Muslim. Ramadan juga jadi momen untuk merefleksikan diri agar lebih dekat dengan Sang Illahi dan membebaskan diri dari segala dosa-dosa.  Bulan di mana Allah menjanjikan pahala yang luar biasa untuk kita tuai. Sementara fokus Ramadan adalah berpuasa pada saat matahari terbit dan terbenam, itu juga tentang memperdalam hubungan pribadi dengan Allah SWT melalui doa dan ibadah. Seluruh malam di bulan Ramadan adalah waktu yang sangat penting bagi umat Muslim, namun, ada satu malam khusus yang memiliki makna ekstra, dan malam itu adalah Lailatul Qadar.

Dibalik Lailatul Qadar

Rasulullah SAW menunjukkan kepeduliannya yang tulus kepada kita sebagai ummatnya dengan berbagai cara. Ada hadits dalam kitab Mutawwa Malik yang menceritakan bahwa Nabi diperlihatkan umur umat (orang-orang) yang datang sebelum dia yang jauh lebih lama dibandingkan dengan umatnya. Dia sedih dengan waktu yang lebih singkat yang dimiliki umatnya karena mereka tidak dapat melakukan banyak perbuatan baik seperti umat sebelumnya yang datang sebelum mereka. Maka dari itu, Allah SWT, Yang Maha Penyayang, memberkati umatnya dengan Lailatul Qadar, di mana kita bisa mendapatkan pahala beribadah lebih baik dari 1000 bulan.

Lebih Baik dari Ibadah 1000 bulan 

Malam Lailatul Qadar adalah malam ketika ayat pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, melalui Malaikat Jibril. Malam ini jatuh dalam 10 hari terakhir Ramadan, dan meskipun tanggal pastinya tidak diketahui.

Pada malam Lailatul Qadar, Allah memberi pahala yang luar biasa yang jauh melebihi malam lainnya. Pahala beramal pada malam Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan (itu berarti 83 tahun 4 bulan!). Seperti disebutkan dalam Al Qur’an:

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” [Surat Al-Qadr, Ayat 3]

Contoh misalkan hidup rata-rata seseorang adalah sekitar 75 – 80 tahun. Jadi Lailatul Qadar adalah kesempatan untuk menerima lebih banyak pahala daripada yang akan kita peroleh sepanjang hidup. Dan mengingat malam ini terjadi setiap bulan Ramadan, itu berarti kita memiliki kesempatan untuk melipatgandakannya bahkan lebih banyak lagi, insyaAllah.

Kerena itu, yuk kita jemput malam Lailatul Qadar di 10 malam terakhir Ramadan. Dari Ummul Mukminin ‘Aaisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

“Adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila 10 malam terakhir telah masuk, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR Al-Bukhari)

Perbanyaklah berdoa:

 اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ  كَرِ يمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَا عْفُ عَنِّي

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.

“Ya Allah, sungguh Engkau Maha pemaaf dan pemurah, dan menyukai memberikan maaf, maafkanlah aku”. (Dita FA/berbagai sumber)

Wallahu A’lam

Penulis: Dfalv

Editor: Redaksi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here