Tips – Tahu gak sih? Jika kepemilikan senjata api itu legal? Eits, kalem bukan berarti siapapun bisa memiliki ya. Kepemilikan senjata api atau senpi ini bisa legal tapi harus sesuai dengan prosedur pastinya. Dan prosedur kepemilikan senpi ini sangatlah selektif, jadi tidak sembarang orang bisa menggunakan senpi secara bebas.

Nah, beberapa waktu lalu di beberapa pemberitaan sedang ramai sekali perbincangan mengenai kepemilikian senjata api di Indonesia. Ada dua kejadian yang menjadi penyebab ramainya permintaan kejelasan mengenai kepemilikan senpi di Indoneisa. Pertama katanya ‘Teroris’ yang menembak salah satu anggota di Mabes Polri dan juga kejadian salah satu pengendara mobil di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur yang mengacungkan senjata mirip pistol kepada pengendara motor yang ditabraknya.

Menurut salah satu anggota PERBAKIN (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia) Jabar bidang Tembak Reaksi, mengungkapkan bahwa senjata tembak memang ada beberapa jenis. Nampaknya, yang sedang ramai diperbincangkan itu besar kemungkinan adalah Pistol Gas CO (Karbon Monoksida) atau Pistol angin yang memang bentuknya mirip dengan senjata api.

Tapi bicara mengenai Pistol Angin dan senapan angin itu berbeda prosedur kepemilikannya. Pistol angin memiliki bentuk mirip pistol api sehingga memerlukan izin khusus, berbeda dengan senapan angin, yang dalam pembeliannya tidak memerlukan prosedur perizinan ketat. Oleh karenanya, kepemilikan senapan angin beserta pelurunya itu legal tanpa harus melalui prosedur kepemilikan khusus.

Aturan kepemilikan senjata api

Aturan teknis kepemilikan senjata api diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkapolri) No.18 Tahun 2015 tentang Perizinan, Pengawasan, dan Pengendalian Senjata Api Non Organik Kepolisian Republik Indonesia/Tentara Nasional Indonesia untuk Kepentingan Bela Diri. Lalu, pada Pasal 4 ayat (1) dan (2) Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga (Perkapolri 8/2012), yang berbunyi:

Jenis senjata api olahraga, meliputi:
senjata api;
pistol angin (air Pistol) dan senapan angin (air Riffle); dan airsoft gun.
Senjata api digunakan untuk kepentingan olahraga:
menembak sasaran atau target;
menembak reaksi;
berburu.

Keberadaan kepemilikan senjata api menjadi tidak aman dikarenakan banyaknya pengedar dan pembeli gelap menyebabkan keberadaan senjata api yang beredar tanpa kepemilikan izin resmi. Selain itu, mengenai bentuk dari senpi itu sendiri yang memang perlu diatur agar tidak disalahpahami. Beberapa hal tersebut juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam pengamanan dan pengelolaannya.

Prosedur kepemilikan senjata api yang dituturkan oleh narasumber, menurutnya secara garis besar terbagi ke dalam 2 (dua) jenis peruntukkan. Pertama, kepemilikan untuk bela diri. Kedua, untuk olahraga. Keduanya memiliki peraturan yang ketat dan juga selektif.

Senpi untuk olahraga

Kepemilikan senpi untuk olahraga, prosedur yang harus ditempuh adalah sebagai berikut :
1. Calon pembeli senpi daftar club menembak yang berafiliasi dan terdaftar di Pengurus Daerah (Pengda) Perbakin setempat.

2. Ikut latihan rutin di club. Setelah melalui materi pelatihan lalu daftar ikut ujian.

3. Ujian sertifikasi lulus. Harus memilki surat rekomendasi, ikut psikotest dan kelengkapan persyaratannya dari Intelijen Keamanan Negara (Intelkam) Polda setempat.

4. Lalu, dengan rekomendasi tersebut, baru bisa mengajukan pembelian unit senpi lewat importir resmi ke Baintelkam Mabes Polri (Badan Intelijen dan Keamanan Negara Markas Besar Polisi Republik Indonesia)

5. Setelah semua surat beres, unit yang sudah dibeli kemudian dikirimkan oleh Baintelkam ke gudang Perbakin/gudang Polri setempat untuk diregistrasi. Penggunaannya bisa dipakai di lapangan yang di tunjuk Perbakin Pengda, sebagai tempat resmi berlatih. Setelah latihan, seluruh unit kembali masuk gudang lapangan.

Senpi untuk bela diri

Kepemilikan senpi untuk bela diri, prosedur yang harus ditempuh adalah sebagai berikut :
1. Mengajukan ke Polda setempat untuk rekomendasi ke Baintelkam melalui screening dan persyaratan yang diwajibkan Polda.

2. Setelah mendapat rekomendasi, bisa mengajukan ke Baintelkam Mabes Polri. Melalui Surat rekomendasi dari Polda, Baintelkam bisa memesan senpi ke importir resmi.

3. Mengikuti kursus singkat dari importir tentang aturan dan latihannya.

4. Pengambilan unit di Baintelkam dan surat IKHSA (Izin Khusus Senjata Api) yang wajib dibawa saat membawa senpi bela diri.

Syarat kepemilikan senjata Api di Indonesia menurut Pasal 12 ayat (1) Perkapolri 8/2012, adalah sebagai berikut :
Memiliki kartu tanda anggota klub menembak yang bernaung di bawah Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin);

Berusia paling rendah 15 tahun dan paling tinggi 65 tahun. Syarat ini dikecualikan bagi atlet olahraga menembak berprestasi yang mendapatkan rekomendasi dari Pengurus Besar Perbakin;

Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter serta psikolog; dan memiliki keterampilan menembak yang dibuktikan dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh Pengurus Provinsi Perbakin.

Menjadi catatan penting juga nih guys, setiap yang sudah tergabung menjadi anggota Perbakin, maka akan diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi yang hanya dikeluarkan oleh PB PERBAKIN PUSAT di Jakarta. Jadi, tidak serta merta ketika kita memiliki izin penggunaan senjata api bisa digunakan dengan bebas ya. Seluruh syarat dan prosedur itu harus ditempuh untuk bisa memilki izin senjata api, dan dalam penggunaannya pun tidak boleh sembarangan.

Okedeh, itulah kurang lebih prosedur yang harus ditempuh oleh warga sipil untuk memiliki izin kepemilikan senjata api di Indonesia.

Penulis: Nia Yuniati

Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here