Nabi Muhammad
Seorang anak tengah membaca kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW. Foto: Ngaderes.com

Ngaderes.com – Kelahiran Nabi Muhammad Sallallahu A’laihi Wasallam, seperti kelahiran bayi-bayi lainnya, disambut suka cita orang tua, keluarga, tetangga, dan sanak kerabat. Semua orang berbahagia melihat sosok bayi tampan yang lahir dari keturunan suku Quraisy. Tepat tanggal 12 Rabi’ul Awal, sang kakek Abdul Muthalib memberi nama bayi laki-laki itu dengan nama Muhammad.

Kini, kelahirannya selalu diingat oleh umat Nabi Muhammad di seluruh dunia. Bagaimana tidak, kelahiran sosok Nabi Muhammad di muka bumi ini, meninggalkan warisan yang sangat berpengaruh pada peradaban dunia.

Sosok Nabi Muhammad seperti manusia pada umumnya, ia tumbuh di tengah lingkungan masyarakat yang beragam. Tak terhitung berapa banyak orang yang kagum dengan sosoknya, cinta dan sayang terhadap setiap perilakunya. Perkataan dan perbuatannya, kerap kali menjadi inspirasi bagi masyarakat yang mengenalnya.

Kiblat life style masyarakat

Nabi Muhammad, tumbuh dan berkembang menjadi laki-laki dewasa yang diberi julukan Al-Amin, yaitu orang yang dipercaya seluruh masyarakat Kota Mekkah, tempat kelahirannya. Tumbuh menjadi pengusaha muda, Nabi Muhammad terkenal sebagai pedagang yang jujur, santun, dan ramah. Tak sedikit orang yang mengikuti setiap perbuatan baik Nabi Muhammad.

Waktu terus menemani pertumbuhan Nabi Muhammad. Di usianya yang menginjak kepala empat, Nabi Muhammad mendapat tugas sebagai Rosul Allah, wakil Allah di muka bumi, utusan Allah di bumi, untuk memberikan contoh bagi manusia tata cara hidup yang sesuai dengan fitrah manusia. Sebab saat itu, banyak manusia yang menjalankan hari-hari dalam hidupnya, tidak sesuai dengan fitrahnya.

Berbekal ilmu dari Allah, Nabi Muhammad pun melanjutkan kehidupannya sebagai orang yang berpengaruh di tengah masyarakat. Caranya mencintai diri, berkeluarga, berteman, bekerja, bahkan sampai berbakti untuk bangsa dan negara diikuti banyak orang. Namun kini sosoknya sudah tak bisa kita lihat. Lantas apa yang harus kita lakukan sebagai generasi muda pengikut Nabi Muhammad di masa sekarang?

Meneruskan Perjuangan Nabi Muhammad

Bukan dengan mudah, Nabi Muhammad mengenalkan dan mengajak masyarakat untuk hidup dengan benar, sesuai dengan petunjuk Allah yang tertuang dalam Al Quran. Ada perjuangan yang harus dilalui Nabi Muhammad, dari mulai meluangkan waktu, mengeluarkan tenaga dan biaya, akal, hati dan pikiran semuanya ia curahkan untuk kesejahteraan hidup umat manusia. Menghadapi haters bahkan kekerasan fisik tak jarang juga harus diterima Nabi Muhammad. Hingga saat ini, sudah banyak orang yang mengenal Allah, hidupnya mencontoh Nabi Muhammad, menjadikan Al Quran sebagai petunjuk hidup dan Islam sebagai sistem hidupnya. Hasil ini, salah satunya karena kesungguhan dari Nabi Muhammad dalam menuntaskan misi hidupnya.

Sungguh-sungguh dalam melakukan tugas atau pekerjaan, menjadi kunci keberhasilan Nabi Muhammad dalam menyampaikan islam yang sampai pada kita hari ini. Banyaknya umat islam saat ini, bukan berarti kita generasi muda islam millenial tidak perlu lagi berjuang seperti yang dilakukan Nabi Muhammad. Perjuangan itu masih butuh untuk dilanjutkan kawan.

Ada banyak manusia yang baru terlahir ke dunia. Mereka masih perlu kita kenalkan dengan Allah, dengan sosok Nabi Muhammad, dengan Al Quran dan Islam. Atau banyak juga manusia lupa yang harus kita ingatkan tentang bagaimana Nabi Muhammad mengajarkan manusia di zamannya untuk menjalani hari-hari dalam hidupnya sesuai denga fitrahnya.

Penulis: Intan Resika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here