sumber: pexels.com

Opini – Mahasiswa adalah tonggak awal dari ajang perubahan. Kritis pemikirannya sangat dibutuhkan dalam birokrasi pembangunan negara Indonesia, khususnya di bidang perekonomian. Perspektifnya yang luas membuka peluang dari berbagai aspek kehidupan.

Tingginya tingkat literasi dari kalangan mahasiswa dinilai mampu memberikan solusi dari berbagai masalah yang dialami di Indonesia. Wawasannya sangat dibutuhkan untuk dikaji lebih mendasar agar mampu direpresentasikan dalam bermasyarakat, khususnya dalam kemampuan berwirausaha. Potensi-potensi inilah yang dapat memajukan perekonomian negara. Dengan catatan ada keseimbangan antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah sehingga tidak ada kesenjangan yang ditimbulkan.

Tugas ini sebenarnya bukan hanya pada mahasiswa saja, tapi seluruh rakyat Indonesia juga turut andil dalam menyukseskan perekonomian negara. Hanya saja mahasiswa, generasi penerus bangsa diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah yang telah ada.

Mahasiswa dapat mengkaji tentang perekonomian yang telah berjalan di Indonesia. Dengan mengembangkan infrastruktur ekonomi untuk memajukan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dari berbagai daerah terpencil yang tersebar di Nusantara. Mahasiswa juga mampu melakukan riset lokasi dengan berkolaborasi bersama masyarakat untuk mengembangkan ide-ide yang dimiliki.

Daya kreativitas mahasiswa dinilai mampu memberikan inovasi terhadap usaha yang masyarakat jalani. Membangun kerja sama dengan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi dari berbagai produk yang telah ada atau memberikan ide produk baru. Dari riset inilah yang akan digunakan untuk strategi dalam memasarkan dan mempromosikan produk.

Mahasiswa dapat menggali potensi dari wilayah perdesaan yang akan diteliti. Dengan melakukan kajian lokasi dan meriset data mengenai usaha yang sudah dibangun oleh masyarakat. Melalui riset tersebut mahasiswa akan menemukan berbagai masalah atau kendala yang dihadapi oleh masyarakat selama menjalankan wirausaha, sehingga peran inilah yang sangat dibutuhkan untuk turut serta menyelesaikan kendala-kendala yang dialami oleh masyarakat.

Mahasiswa juga harus tetap menjunjung norma-norma dan nilai-nilai murni serta mengaplikasikannya pada kesehariannya agar masyarakat tetap tertata. Dengan keselarasan inilah, masyarakat bersama mahasiswa mampu berkolaborasi dalam mengembangkan usaha demi memajukan dan mensejahteraan perekonomian rakyat Indonesia.

Kolaborasi yang dibentuk oleh masyarakat dan mahasiswa akan mengantarkan produk-produk lokal ke kancah internasional, dengan segala upaya dan kerja sama yang terbentuk. Apalagi dengan adanya kecanggihan teknologi masa kini yang memudahkan mahasiswa untuk melakukan pemasaran sekaligus promosi suatu produk yang telah mereka rintis. Melakukan pembagian tugas antara mahasiswa dengan masyarakat juga sangat diperlukan sehingga perputaran antara pembuatan dan penjualan produk bisa berjalan beriringan.

Mahasiswa yang memiliki relasi sangat berpotensi dalam berwirausaha, salah satunya dengan melakukan pembukaan cabang untuk membesarkan produk usahanya ke berbagai daerah di Nusantara. Sehingga, merek dari hasil kolaborasi dengan masyarakat mampu dikenali oleh publik baik dari dalam maupun luar negara Indonesia.

Jika seluruh kegiatan tersebut telah terpenuhi bahkan berjalan dengan lancar, tidak menutup kemungkinan bahwa perekonomian di negara Indonesia juga akan meningkat. Karena peran antara mahasiswa dan masyarakat mampu membangun kesejahteraan ekonomi yang mereka rintis dari bawah. Kolaborasi itulah yang ke depannya mampu mengembangkan wirausaha ke berbagai cabang di daerah Nusantara.

Peran pemerintah di sini adalah sebagai fasilitator yang menjembatani pertukaran produk ke dalam maupun ke luar negeri. Penggunaan produk lokal tersebut perlahan juga membantu mendongkrak nilai mata uang Rupiah. Sehingga, peran mahasiswa dalamĀ  mengembangkan produk lokal merupakan bagian dari roda perekonomian di Indonesia.

Penulis: Ayu Ambarwati Kusumaningtyas

Editor: Dfalv

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here