Nabi Ibrahim Kurban
Foto: freepik

Korban Corner – Perintah kurban merupakan ibadah yang hukumnya sunnah muakkad atau amat ditekankan pengerjaannya pada hari Idul Adha. Di hari itu, disyariatkan untuk berkurban bagi seluruh umat muslim di dunia setiap tahunnya.

“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),” (Q.S Al-Hajj [22]: 34).

Selain itu, terdapat juga firman Allah SWT mengenai perintah berkurban ini:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah,” (Q.S Al-Kautsar [108]: 1-2).

Nabi Ibrahim dan Awal Perintah Kurban

Perintah berkurban dalam islam berawal dari kisah Nabi Ibrahim A.S yang bermimpi tentang perintah Allah untuk menyembelih anaknya yaitu Ismail A.S. Padahal, Ismail A.S adalah anak satu-satunya dari Nabi Ibrahim A.S dan istrinya Siti Hajar yang mereka tunggu bertahun-tahun lamanya. Kisah tersebut terdapat dalam Al-Qur’an surat As-Shafaat.

Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu?”

Ismail menjawab: “Wahai Bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar,” (Q.S Ash-Shafaat [37]: 102)

Karena ketaatan Nabi Ismail A.S, ia meminta ayahnya untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Ketika keduanya telah berserah diri dan Nabi Ibrahim A.S membaringkan anaknya untuk melaksanakan perintah Allah, saat itu juga Allah mengganti tubuh Ismail A.S dengan sembelihan yang besar.

“Lalu Kami panggil dia, Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar,” (Q.S Ash-Shafaat [37]: 104-107)

Atas kemuliaan sifat Nabi Ibrahim A.S, difirmankan juga dalam Al-Qur’an surat Ash-Shafaat ayat 108 bahwa Allah memuji Ibrahim A.S dengan mengabadikan momen tersebut kepada kalangan orang-orang yang datang kemudian. Oleh sebab itulah syariat berkurban sampai kepada kita pada hari ini.

Penulis: Syahida Inayatullah
Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here