puasa sunnah
Foto: unsplash.com/rachael

Rekam Jejak — Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, pada hari itu (10 Muharram), Nabi Musa yang diikuti Bani Israil menjalani puasa sunnah.

Sebagaimana diceritakan Abu Hurairah bahwasanya Nabi saw pernah berjalan melewati orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura, lalu Nabi bertanya, “Puasa apa kalian?” Mereka menjawab, “Hari ini Tuhan menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam, sementara Fir’aun dan tentara-tentaranya ditenggelamkan. Pada hari ini juga, Tuhan melabuhkan kapal Nuh di bukit Judi. Oleh sebab itu, pada hari ini Nuh dan Musa berpuasa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan mereka. Nabi pun bersabda,
“Aku lebih berhak atas Musa dan lebih berhak untuk berpuasa pada hari ini. Selanjutnya Nabi bersabda kepada para sahabatnya, “Siapa di antara kalian berniat puasa pagi hari ini, hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Siapa diantara kalian terlanjur memakan makanan yang dihidangkan keluarganya, maka ia juga menyempurnakan sisa waktu hari ini untuk berpuasa.” HR. Ahmad

Ungkapan rasa syukur Nabi Musa kepada Allah adalah dengan berpuasa dan diteruskan oleh Nabi Muhammad SAW, lalu keutamaan puasa arafah tercantum dalam hadis berikut

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura (puasa 10 Muharram) akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

 

Keutamaan puasa sunnah Asyura

Tentang keutamaan puasa ‘Asyura Ibnu Abbas menyatakan: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (‘Asyura) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: bulan Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari)

Memasuki tahun baru 1 Muharram 1443 H beberapa hari lalu, alangkah baiknya jika umat Islam juga mengenal peristiwa dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Muharram. Agar memahami bagaimana keimanan dan ketakwaan para Nabi menghadapi setiap ujian yang Allah terjadikan.

Umat Islam hendaknya menyambut hari itu dengan banyak mengambil pelajaran yang bermanfaat dari sejarah masa lalu. Sekalian juga untuk melakukan amalan yang lebih banyak, salah satunya puasa sunnah Asyura di 10 Muharram.

Penulis: Husni Hamdani

Editor: Redaksi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here