• Minggu, 14 Agustus 2022

Kisah Ubay bin Kaab, “Selamat Atas Ilmu yang Kau Miliki”

- Minggu, 5 Juni 2022 | 14:00 WIB
Ubay bin Kaab, “Selamat Atas Ilmu yang Kau Miliki” (Ilustrasi Canva)
Ubay bin Kaab, “Selamat Atas Ilmu yang Kau Miliki” (Ilustrasi Canva)

Ubay bin Kaab tahu bahwa Rasulullah menerima perintah dari Allah. Maka, dengan semangat ia bertanya, “Ya Rasulullah, demi ayah, engkau dan ibuku, apakah namaku disebut?”

Rasul menjawab, “Ya, namamu dan nama nenek moyangmu disebut di hadapan penduduk langit.”

Seorang muslim yang mencapai kedudukan seperti ini di hati Nabi saw. pastilah seorang muslim yang mulia, dan sangat mulia.

Sepanjang kehidupan Rasulullah, Ubay tidak henti-hentinya berguru kepada beliau. Setelah beliau wafat, Ubay tetap komitmen di jalurnya. Ibadah, ketaatan dan akhlaknya sungguh luar biasa.

Ia tidak henti-hentinya mengingatkan kaumnya akan hari-hari bersama Rasulullah, bagaimana generasi pertama berperilaku dan berlaku zuhud. Di antara ucapan-ucapannya yang mengagumkan yang selalu didengungkan kepada rekan-rekannya ialah, “Ketika kita bersama Rasulullah, arah kita satu. Namun, setelah beliau wafat, arah kita berbeda-beda: ada yang ke kanan dan ada yang ke kiri.”

Ubay bin Kaab selalu berpegang pada ketakwaan dan sifat zuhud, hingga ia tidak terpedaya oleh urusan duniawi karena ia tahu betul hakikat dan kesudahan dunia itu. Meskipun berusia panjang dan bergelimang kenikmatan serta kemewahan, ia pasti akan berjumpa dengan satu waktu, saat semua itu berubah menjadi sia-sia. Yang berupa baginya hanya amal kebaikannya semasa di dunia.

Ia pernah berkata tentang dunia, “Makanan yang kita makan adalah perumpamaan bagi dunia. Ada yang enak rasanya dan ada yang tidak enak. Tetapi lihatlah, menjadi apa makanan itu.”

Jika Ubay bin Kaab sedang berbicara, semua orang serius mendengarkan, karena yang ia takuti hanya Allah. Ia sama sekali tidak memiliki tujuan duniawi. Ketika wilayah Islam semakin luas dan kaum muslimin banyak yang bermuka manis kepada para pengusaha, Ubay berbicara dengan lantang, “Mereka ini akan binasa. Sungguh, demi pemilik Kakbah, mereka akan binasa dan dibinasakan. Aku tidak kasihan kepada mereka, tetapi aku kasihan kepada kaum muslimin yang dibinasakan.”

Ia sangat shalih dan takwa. Ia menangis saat menyebut Allah dan Hari Akhir. Badannya selalu gemetar setiap membaca atau mendengarkan ayat-ayat Alquran. Ada satu ayat yang jika ia baca atau ia dengarkan, ia pasti sangat sedih. Ayat itu adalah,

“Katakanlah, ‘Dia yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain,” (QS Al-An’am: 65)

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Ummu Salamah, Ibunya Orang-Orang Mukmin

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X