• Jumat, 30 September 2022

The Real Supervision: IHSAN

- Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB
Ilustrasi Ihsan. (Sumber gambar: canva.com)
Ilustrasi Ihsan. (Sumber gambar: canva.com)

Baca Juga: Masjid Tegalsari dan Makam Kyai Ageng Mohammad Besari, Wisata Religi Tersohor di Ponorogo

Hal ini bisa jadi karena yang diawasi masih bisa meng-akal-akali sang pengawas tadi. Atau yang mengawasi masih perlu diawasi. Misalnya murid diawasi oleh guru untuk mencegah terjadinya kecurangan saat ujian. Tapi untuk mengawasi guru agar tidak membocorkan soal ujian, diperlukan pengawas guru. Nah jika ternyata sang pengawas Guru ini berbuat kecurangan demi kepentingan pribadinya, diperlukan lagi pengawas untuk mengawasi pengawas guru.

Dalam contoh dimensi yang lain kejadiannya bisa lebih rumit dan establish.  Hal ini menyebabkan proses pengawasan yang buruk ini tidak akan pernah beres, sehingga cita-cita untuk mendapatkan hasil yang terbaik, berkualitas hanyalah menjadi sebuah mimpi yang tidak pernah tercapai. Hingga terbentuklah konspirasi yag menggurita berupa MAFIA. Sistem pengawasan yang sedemikian rupa justru mengambil keuntungan yang tidak proper dan end result-nya akan munculnya cacat produk dan kerusakan pada tatanan kehidupan. Dalam bahasa Inggris disebut: Corrupt, dalam bahasa Quran disebut Fasad

Sehingga dalam best practice di kehidupan kita, dalam rangka memunculkan hasil terbaik, diperlukan pengawasan/ supervisi yang efektif.

Allah, melalui Malaikat Jibril, via Rasulullah, melewati Hadist yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab, memperkenalkan kepada kita tentang konsep supervisi yang disebut IHSAN. Yang nantinya orang yang IHSAN disebut Muhsin.

Mari kita mulai dengan kalimat أَنْ تَعْبُدَ اللهَ 

Engkau beribadah kepada Allah, hal pertama yang perlu kita sadari di sini adalah… Allah is My Boss.. aku adalah karyawannya.. sedangkan karyawan pastinya harus menuruti apa kata boss, Pokoknya semuanya boss yang prioritas, bukan kebalikannya. Artinya sadar status, siapa diri kita.

Tinggal kita sambungkan dengan ibadah… saat ibadah.. harus sadar status.. Allah is the Boss.. dan aku adalah karyawannya. Lalu setiap aktivitas, ketika saat sendiri di rumah, di komplek, di kantor, itu semua dalam kerangka Allah as the Boss. Tentunya perlu dibuktikan dengan menjalankan aturan-aturan boss ketika sendiri di rumah, di komplek, di kantor.

Lalu kita lanjutkan dengan kalimat أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ

“Se-akan-akan kamu melihat Dia”. Jadi seolah-olah Allah ada di depan kita dan saling melihat. Ini mirip seperti sugesti positif. Jika pengawas ada di depan kita, jadinya muncul perilaku yang sopan, ramah, beradab dan menjaga etika.

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Ummu Salamah, Ibunya Orang-Orang Mukmin

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X