• Sabtu, 25 Juni 2022

Kisah Abu Hurairah dan Sebelanga Susu dari Rasulullah

- Rabu, 25 Mei 2022 | 18:00 WIB
Kisah Abu Hurairah dan Sebelanga Susu dari Rasulullah  (Ilustrasi Canva)
Kisah Abu Hurairah dan Sebelanga Susu dari Rasulullah (Ilustrasi Canva)

ngaderes.com – Ada sebuah kisah tarbiyah dari seorang Abu Hurairah ra. Sahabat bernama asli Abu Syams ini yang kemudian diganti namanya oleh Rasulullah SAW menjadi Abdurrahman dikenal dengan nama Abu Hurairah karena kecintaannya kepada kucing. Nama Abu Hurairah tetap diingat karena sudah meriwayatkan 1609 hadis.

Dikutip dari 101 Sahabat Nabi yang ditulis Hepi Andi Bustoni, Abu Hurairah pada satu waktu merasa sangat lapar. Dia pun mengikatkan batu diperutnya. "Sesudah itu saya duduk di jalan yang biasa dilewati para sahabat,"ujar Abu Hurairah.

Kemudian ia bertemu dengan Rasulullah, dan Rasulullah SAW pun mengetahui apa yang dirasakan Abu Hurairah dan menegurnya, kemudian mengajaknya untuk pulang kerumahnya.

Ketika tiba di rumah Rasulullah, beliau melihat ada sebelangga besar susu dari istrinya. Lantas Rasulullah menanyakan dari mana asal susu tersebut. Istri Rasulullah pun menjawab bahwa susu tersebut ialah pemberian dari Fulan dan Fulanah. Tidak ada larangan bagi Rasulullah untuk menolak sebuah hadiah, namun Rasulullah senantiasa memberikan hadiahnya atau bahkan memakan/meminumnya bersama Ahli Suffah, yakni tamu-tamu Islam yang tidak mempunyai keluarga, harta dan saudara sehingga mereka tinggal di perataran masjid Nabawi. Kemudian Rasulullah pun meminta tolong Abu Hurairah untuk memanggil Ahli Suffah dan mengajak mereka minum susu bersama, sedangkan Ahli Suffah pada saat itu berjumlah sekitar 40 orang.

"Sesungguhnya saya segan memanggil mereka. Apa yang bisa diperbuat dengan semangkok susu bersama-sama dengan ahli shuffah? Saya sangat mengharapkan susu itu untuk menguatkan tubuhku," kata Abu Hurairah di dalam hati.

Meskipun demikian, dia tetap menaati Rasulullah. Orang-orang ahli suffah pun datang ke rumah Rasulullah.

“Aku ambil semangkok susu, lalu kubagikan kepada mereka. Mereka minum bergiliran sampai puas. Setelah mereka puas, kuambil mangkok susu itu kembali lalu kusuguhkan kepada Rasulullah. Beliau menengok kepadaku sambil senyum. Kata beliau, 'Yang belum minum saya dan kamu'. 'Betul ya Rasulullah!' 'Minumlah terlebih dahulu'.

Abu Hurairah kemudian meminum susu itu sampai puas. Sampai-sampai Abu Hurairah berkata. “Demi Allah yang mengutus anda dengan agama yang hak. saya tak sanggup lagi, saya sudah kenyang!” Rasulullah pun mengambil mangkok itu. Dia lantas meminum susu yang masih tersisa.

Penting untuk diingat di sini bahwa Nabi menginginkan yang terbaik untuk Abu Hurairah. Dengan memerintahkan Abu Hurairah untuk mengutamakan kebutuhan orang-orang ahli Ṣuffah, dia mendidik Abu Hurairah menuju model Al-Qur'an "melebihkan orang lain daripada diri mereka sendiri meskipun mereka membutuhkan itu".

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X