• Selasa, 4 Oktober 2022

Berbagi Kebahagiaan di Rumah Tahfidz Al Hijrah Bareng Komunitas Resata Charity

- Jumat, 29 April 2022 | 20:58 WIB
Berbagi Kebahagiaan di Rumah Tahfidz Al Hijrah Bareng Komunitas Resata Charity (Dok. Resata Charity)
Berbagi Kebahagiaan di Rumah Tahfidz Al Hijrah Bareng Komunitas Resata Charity (Dok. Resata Charity)

ngaderes.com – Komunitas Resata Charity Expedition kembali mengadakan kegiatan sosial “Sambut Ramadhan dengan Kebaikan di Bulan Sya’ban” bekerjasama dengan BSI, amalsoleh.com, dan ukmi, pada 27 Maret 2022 lalu.

Resata Charity dan tim menyalurkan donasi dari sahabat istiqomah dan juga sahabat kolaborasi berupa alat solat, alquran, bingkisan, parcel, dan uang tunai kepada para santri di rumah Tahfidz Al Hijrah, Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, pada Ahad, 27 Maret 20222, Resata dan tim pergi ke Bogor untuk menyalurkan donasi dari sahabat istiqomah dan juga sahabat kolaborasi, kita bawa alat solat dari BSI dan amal soleh.com, Terus alquran juga dari ukmi dan Resata. Ada beberapa bingkisan lainnya juga uang tunai untuk operasional di rumah tahfidz al hijrah,” ungkap Tari founder komunitas Resata Charity.

Menurut penuturan Tari, ada beberapa alasan kenapa memilih rumah tahfidz al hijrah sebagai sasaran donasinya kali ini, salah satunya karena tanah tempat mereka untuk menimba ilmu tidak diwakafkan lagi.

“Kami dengar kabar dari sahabat yang sebelumnya berkunjung ke sana, bahwa tanah atau daerah ponpes al hijrah tempat belajarnya itu di gusur, sudah tidak diwakafkan lagi seperti sebelumnya. Jadi dari sini, tergeraklah untuk membantu sedikit meringankan beban mereka dengan apa yang kita bisa aja,” lanjutnya.

Tim Resata Charity yang berangkat ke Bogor kala itu sebanyak 8 orang, dan sudah mewakili komunitas masing-masing. Di sana mereka merasa takjub dengan para santri yang masih usia belia tapi sudah hapal Alquran dengan baik.

Berbagi Kebahagiaan di Rumah Tahfidz Al Hijrah Bareng Komunitas Resata Charity (Dok. Resata Charity)

“Pas nyampe sana takjub aja sama anak anak yang mungkin usia SD atau SMP sudah hapal Alquran dengan baik. Jadi pas main sambung ayat, bener-bener semangat mereka buat jawab. Terus semuanya serba sederhana di sana namun mereka selalu bersyukur,” tutur Tari kepada tim ngaderes.com.

Selain itu, sambung Tari, “Jadi kalau kata teh Noormah selaku mengurus Ponpes sekaligus pendirinya bilang, kalau misalnya ada ujian yang menimpa seperti kekurangan bahan pangan dll, pertama bukan mikirnya, ini bagaimana yaa besok. Tapi tidak apa-apa, tenang gimana Allah saja. Jadi yakin pasti ada jalan keluar dari Allah. Termasuk hari itu saat kami datang anak anaknya memang gak punya alat solat, terus allah yang datangkan buat mereka, masyaAllah,” paparnya.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kisah Ummu Salamah, Ibunya Orang-Orang Mukmin

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X