• Selasa, 5 Juli 2022

Pentingnya Pengampunan di Bulan Ramadhan

- Sabtu, 16 April 2022 | 15:00 WIB
Pentingnya Pengampunan di Bulan Ramadhan (Canva)
Pentingnya Pengampunan di Bulan Ramadhan (Canva)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa:

Rasulullah bersabda: “Pada malam pertama bulan Ramadhan, setan dibelenggu, jin dikekang, pintu-pintu Neraka ditutup sehingga tidak ada pintu di antara mereka yang dibuka. Pintu-pintu surga dibuka sedemikian rupa sehingga tidak ada pintu di antara mereka yang akan ditutup, dan seorang pemanggil berseru: 'Wahai pencari kebaikan; mendekatlah!’ dan ‘Wahai pencari kejahatan; berhenti! Karena ada orang-orang yang Allah bebaskan dari Neraka.’ Dan itu adalah setiap malam.” (HR Tirmidzi 682)

Meminta maaf, benar-benar meminta maaf, tidak mudah. Ini memerlukan tanggung jawab atas tindakan yang Anda sesali. Ada alasan mendengar "Maaf, saya menyakitimu" dari pihak yang melanggar, sangat berbeda dari "Maaf, jika kamu merasa seperti itu." Yang terakhir ini mungkin sedikit menjengkelkan, karena mengabaikan akuntabilitas pada bagian dari apa yang disebut karakter menyesal.

Bersikap jujur saat melakukan kesalahan adalah pukulan bagi ego dan meminta pengampunan menghilangkan kebanggaan. Ini merendahkan, dan itu membutuhkan latihan. Mungkin ini salah satu alasan umat Islam dianjurkan untuk rutin mencari ampunan Tuhan. Semakin banyak Anda melakukannya, semakin mudah.

Salah satu terjemahan untuk pertobatan yang digunakan dalam Al-Qur'an adalah 'tawba.' Arti literal dari tawba adalah 'kembali'. Implikasinya adalah bahwa mencari pengampunan adalah jenis kembali kepada Tuhan, dan idealnya, bahwa Tuhan adalah Maha Pengampun.

Dalam surah Az-Zumar, tertulis, “Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS 39:53).

Manusia tetaplah manusia. Mereka tidak sempurna, mereka membuat kesalahan, itulah kenyataan yang sederhana. Meminta maaf dengan tulus adalah pengakuan atas kesalahan itu, tentu saja, tetapi pengakuan ini tidak memberatkan. Ini memiliki potensi untuk memperbaiki hubungan dan membawa orang lebih dekat. Dalam kasus tobat, itu membawa Anda lebih dekat kepada Tuhan.

Salah satu doa pengampunan berdasarkan hadits berikut: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, Engkau suka memaafkan, maka maafkan aku” (At-Trimidhi).

Di Ramadhan ini adalah kesempatan sempurna untuk secara rutin meminta pengampunan kepada Allah swt,. terhadap dosa-dosa yang kita lakukan.

Sumber: Careton Edu

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X