• Kamis, 7 Juli 2022

8 Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Surat At Taubah

- Minggu, 27 Februari 2022 | 15:00 WIB
Ilustrasi Bacaan QS At Taubah 128-129 (canva.com)
Ilustrasi Bacaan QS At Taubah 128-129 (canva.com)

ngaderes.com - Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat dan merupakan surat kesembilan dalam Alquran. Surat ini termasuk pada surat Madaniyyah. Arti kata at taubah adalah pengampunan.

Turunnya surat At Taubah merupakan hikmah dari perang Tabuk, perang terakhir Rasulullah SAW sebelum beliau wafat. Isi paling tersohor dalam surat At-Taubah ini, berkenaan dengan taubatnya 3 orang yang tidak ikut dalam perang ini, padahal dalam sejarah peperangan, mereka selalu mengikuti perang melawan musuh-musuh Allah SWT. Tiga sahabat Rasulullah itu yaitu; Ka’b bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Murarah bin Ar-Rabi.

Surat At Taubah mempunyai banyak keutamaan. Termasuk keutamaan mengamalkan dua ayat terakhir dalam surat At Taubah setelah sholat fardhu sebanyak tujuh kali. Ayat terakhir QS At Taubah sebagai berikut:

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Artinya: "Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keamanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka Berpaling (dari keimanan) maka katakanlah “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung." (QS At Taubah 128-129).

Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Surat At Taubah

Abu Ad-Darda' radhiyallahu 'anhu menyebutkan, "Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di Shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya." (HR Ibnu Sunni, Abu Daud, Syekh Syu'aib dan Abdul Qodir)

1. Jika kondisinya lemah, maka ia akan mendapatkan kekuatan.

2. Jika kondisinya terhina, maka ia akan mendapatkan kemuliaan.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X