• Kamis, 7 Juli 2022

Dorce Gamalama Meninggal Dunia, Bagaimana Pengurusan Jenazah Transgender dalam Islam?

- Jumat, 18 Februari 2022 | 00:23 WIB
 (Sumber foto: Instagram/@dg_kcp)
(Sumber foto: Instagram/@dg_kcp)

ngaderes.com - Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang publik figur dari jagad hiburan Indonesia, yaitu Dorce Gamalama. Dorce dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (16/02/2022).
 
Dulu, Dorce Gamalama terlahir sebagai seorang laki-laki. Kemudian, seiring kehidupan yang ia jalani, Dorce memutuskan untuk mengganti kelamin menjadi seorang perempuan.
 
Penggantian kelamin yang dilakukan Dorce dikenal dengan istilah transgender. Pengertian transgender dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mengganti jenis kelamin dengan operasi.
 
 
Permasalahan muncul kemudian saat Dorce meninggal dunia dan hendak dikebumikan. Bagaimana seharusnya umat islam mengurusi pemakaman jenazah seorang transgender?
 
Status Transgender dalam Islam
 
Sebelum mengetahui cara mengurus pemakaman jenazah seorang transgender, terlebih dahulu kita ketahui status transgender dalam islam.
 
Pendakwah Gus Miftah menjelaskan bahwa di dalam Al Quran, Allah SWT hanya menciptakan dua gender, yaitu laki-laki dan perempuan. Keterangan tersebut terdapat dalam kitab Al Quran surat Al Hujurat ayat 13.
 
"Wahai manusia! Sungguh, Kami (Allah) telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan," tegas Allah SWT dalam Al Quran surat Al Hujurat ayat 13.
 
Adapun gender lainnya yang diakui dalam fiqih islam, dikenal dengan istilah khuntsa.
 
"Dalam fiqih itu ada jenis kelamin ke-3 namanya khuntsa. Khuntsa adalah orang yang terlahir dengan dua jenis kelamin, kelamin laki-laki dan perempuan," jelas Gus Miftah sebagaimana dikutip ngaderes.com dari video yang diunggah di kanal Youtube Official Nitnot pada 27 Januari 2022.
 
 
Gus Miftah melanjutkan, bagi seseorang yang terlahir dengan dua jenis kelamin, maka perlu dilakukan analisis oleh tim medis. Selanjutnya, hasil analisis medislah yang menentukan salah satu kelamin yang harus dipilih.
 
Cara Mengurus Jenazah Transgender dalam Islam
 
Gus Miftah menjelaskan, secara fiqih, seorang transgender tetap dihukumi sesuai dengan kodrat asal saat dia dilahirkan. Termasuk pengurusan pemakamannya pun dikembalikan pada kodrat asalnya.
 
"Secara fiqih, Dorce pun tetap laki-laki. Sehingga proses pemakamannya dikembalikan pada kodrat asalnya dulu dia dilahirkan. Kalau beliau dulu dilahirkan dalam keadaan laki-laki, ya.. kalau bahasa pesantrennya itu, yambagi, sebaiknya, seyogyanya juga dimakamkan dalam keadaan laki-laki," tutur Gus Miftah.
 
Senada dengan hal itu, pembicara Program Cahaya Islami Radio PRFM, Ustadz Abu Zaki menjelaskan bahwa terkait pengurusan jenazah Dorce sebagaimana pengurusan jenazah laki-laki.
 
"Dorce itu kan (asalnya) laki-laki yah, bukan perempuan. Maka pengurusan jenazahnya pun layaknya pengurusan jenazah bagi laki-laki. Seperti dimandikannya, dikafani dan disalatkannya," tutur Ustadz Abu Zaki kepada jurnalis ngaderes.com.
 

Editor: Intan Resika Rohmah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X