• Kamis, 7 Juli 2022

Keteguhan Akidah Sang Budak, Kisah Bilal bin Rabah

- Kamis, 10 Februari 2022 | 20:31 WIB
Bilal bin Rabbah menegakkan akidah Islam meski disiksa berkali kali (https://twitter.com/barajoun?lang=en)
Bilal bin Rabbah menegakkan akidah Islam meski disiksa berkali kali (https://twitter.com/barajoun?lang=en)

ngaderes.com - Nama Bilal bin Rabah mungkin sudah tak asing lagi di kalangan umat muslim. Bagaimana tidak, kisah Bilal bin Rabah ini sangat fenomenal hingga tak bosan untuk dikaji dan didengar. Kisahnya mampu menggugah keyakinan umat muslim untuk senantiasa teguh dalam mempertahankan akidah.

Lantas, siapakah Bilal bin Rabah ini? Bagaimana kisahnya? Apa saja teladan sikap yang bisa ditiru oleh kita semua? 

Bilal bin Rabah lahir di daerah Sarah kira-kira 34 tahun sebelum hijrah. Sebagian orang memanggilnya dengan sebutan Ibnu Sauda (anak budak hitam). Bilal bin Rabah lahir dari seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah pada saat itu. Ibunya bernama Hamamah. Sedangkan ayahnya dikenal dengan nama Rabah.

Baca Juga: Kesimpulan dan Rekomendasi Konvensi Nasional Media Massa HPN 2022 Terkait Membangun Media Massa Berkelanjutan

Bilal tumbuh sebagai budak dari salah seorang pemuka kafir Quraisy. Ia pun termasuk orang yang paling dahulu masuk Islam dari kalangan budak di luar orang-orang pertama yang masuk Islam (As Sabiquna Al Awwalun).

Saat Nabi Muhmmad SAW diangkat menjadi Rasul, yang pertama masuk Islam adalah istri beliau yakni Khadijah binti Khuwailid, Ummul Mukminin. Lalu Abu Bakar As Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Ammar bin Yasir dan ibunya Sumayyah, Shuhaib Ar Rumy, dan Miqdad bin Al Aswad. Disusul kemudian Bilan bin Rabah.

Abu Bakar As Shiddiq dan Ali bin Abi Thalib memiliki keluarga dan kaum yang dapat melindungi mereka. Sedangkan para budak yang termasuk Mustad’afin (orang-orang lemah).

Baca Juga: Ini Jenis Obat Covid-19 Gratis dari Kemenkes

Kafir Quraisy menyiksa para budak ini untuk menakut-nakuti masyarakat Mekah agar tidak mengikuti ajaran agama yang dibawa Muhammad SAW dan pengikutnya.

Para Mustad’afin ini merasakan penyiksaan yang begitu hebat dari kafir Quraisy. Abu Jahal telah berlaku keji kepada Sumayyah, ibu dari Ammar bin Yasir.

Halaman:

Editor: Annisa Sasa

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X