• Kamis, 7 Juli 2022

Tsabit bin Qais, Orator Kebanggan Rasulullah dan Islam (Part 2)

- Sabtu, 5 Februari 2022 | 22:19 WIB
Ilustrasi Kisah Sahabat Rasulullah Tsabit bin Qais (pexels.com/ Mhmd Sedky)
Ilustrasi Kisah Sahabat Rasulullah Tsabit bin Qais (pexels.com/ Mhmd Sedky)

ngaderes.com -- Tsabit bin Qais, sang orator dan prajurit pilih tanding ini memiliki jiwa yang patuh, hati yang tunduk. Ia sangat takut dan malu kepada Allah.

Ketika Allah menurunkan ayat, “Sesungguhnya Allah tidak suka kepada setiap orang yang congkak dan sombong.” (QS Luqman: 18)

Tsabit menutup pintu rumahnya dan duduk menangis. Tindakan seperti ini ia lakukan agak lama, hingga terdengar oleh Rasulullah. Dia dipanggil oleh Rasulullah dan ditanya tentang tindakannya itu. Ia menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini suka baju yang bagus dan sandal yang bagus. Aku khawatir termasuk orang-orang yang congkak.”

Nabi menjawab dengan tertawa, “Kamu tidak termasuk orang yang congkak. Kamu akan hidup dengan baik. Kamu mati dengan baik dan masuk surga.”

Ketika Allah menurunkan ayat, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian meninggikan suara melebihi suara Nabi dan janganlah berkata kepada Nabi dengan suara keras sebagaimana kerasnya suara di antara kalian sendiri, karena yang demikian itu menjadikan amal kebaikan kalian sia-sia tanpa kalian sadari.” (QS Al-Hujurat: 2)

Tsabit menutup pintu rumahnya lalu menangis. Rasul mencarinya dan menanyakannya tentang dirinya. Beliau menyuruh seseorang untuk memanggilnya.

Tsabit memenuhi panggilan Rasul. Ketika ditanya tentang ketidakhadirannya, ia menjawab, “Aku ini orang yang sangat lantang suaranya. Aku sering meninggikan suara melebihi suaramu, ya Rasulullah. Jadi, amal kebaikanku sia-sia dan aku akan masuk neraka.”

Rasulullah menjawab, “Kamu tidak termasuk mereka. Kamu akan hidup mulia. Mati sebagai syahid dan Allah akan memasukkanmu ke surga.”

Masih ada satu kisah lagi tentang Tsabit bin Qais, yang mungkin tidak masuk akal bagi mereka yang hanya berkutat dalam urusan materi duniawi yang sempit. Kisah ini benar-benar nyata dan mudah dicerna bagi mereka yang masih mempunyai mata hati.

Halaman:

Editor: Dita Fitri Alverina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X