• Senin, 27 Juni 2022

Alasan Bulan Rajab Disebut Bulan Haram Ustad Adi Hidayat Ungkap Penjelasannya

- Jumat, 4 Februari 2022 | 16:26 WIB
Ustad Adi Hidayat memberikan penjelasan terkait amalan dan keutamaan bulan Rajab
Ustad Adi Hidayat memberikan penjelasan terkait amalan dan keutamaan bulan Rajab

ngaderes.com - Allah sudah menetapkan jumlah bulan dalam satu tahun dari semenjak langit dan bumi di ciptakan. Satu tahun terdiri dari 12 bulan, diantara bulan-bulan tersebut ada 4 bulan yang dinamakan bulan haram, termasuk di dalamnya bulan Rajab.

Bulan rajab ini sudah Allah tetapkan sebagai satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al Quran Surat At taubah Ayat 36.

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." (QS. At Taubah Ayat 36)

Baca Juga: Muslimah Bandung Hobi Berenang? Tak Perlu Khawatir, Kolam Renang Muslimah Bisa Jadi Alternatif


Dijelaskan oleh Ustad Adi Hidayat dari Penafsir Al-Qur'an, Ibnu Abbas, Nabi menegaskan diantara 3 dari 4 bulan itu berurutan, mulai dari Dzulkaidah bulan ke 11, Dzulhijjah bulan ke 12 dan Muharram sebagai bulan pertama.

Sedangkan bulan Rajab yang merupakan bulan ke 7 berada diantara Jumadil Akhir dan Syaban menjadi bulan terpisah dari 4 bulan lainnya.  

Sesuai dengan arti secara bahasa, Rajab artinya sesuatu yang diagungkan.

Pada masa itu, orang jahilliyyah khususnya suku Mudzor menjaga keagungan pada bulan rajab. Mereka menghormati dan memperlakukan bulan haram ini begitu istimewa karena mengetahui turunan sejarah kemuliaannya.

Baca Juga: Aman dan Layak Jadi Tempat Pendidikan, Ini Tips Pilih Pesantren Menurut Kemenag

Bulan Rajab merupakan bulan haram, bulan yang sangat dihormati dan bulan yang terjaga  dari tindakan yang tidak menguntungkan (kontraproduktif) dan perilaku maksiat.

Halaman:

Editor: Annisa Sasa

Sumber: Ustad Adi Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X