• Sabtu, 25 Juni 2022

Bagaimana Islam Memandang Investasi

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:44 WIB
Islam memandang investasi (canva.com)
Islam memandang investasi (canva.com)

Khazanah - Investasi akhir-akhir ini seperti menemukan pamornya sendiri. Investasi dinilai dapat memberikan penghasilan jangka panjang yang tetap. Seseorang juga dapat berinvestasi sesuai dengan suatu perubahan kebutuhan dan keadaan keuangan. Hal-hal ini lah yang membuat berinvestasi seperti menjadi angin segar selain karena hasil yang terbilang cukup besar.

Namun, bagaimana aktivitas investasi menurut pandangan Islam?

Rasulullah Juga Pernah Ikut Trend Investasi

Jangan heran, Nabi Muhammad saat berdagang, beliau melakukan akad mudharabah dengan Khadijah. Mudharabah adalah memberikan sejumlah modal kepada pihak tertentu dengan tujuan untuk mendapat keuntungan. Bentuk usaha ini melibatkan dua pihak: pihak yang memliki modal tapi tidak bisa berbisnis, dan pihak kedua yaitu pihak yang pandai berbisnis namun tidak memliki modal. Melalui usaha ini, keduanya saling melengkapi.

Praktik Mudharabah sendiri sudah dijalankan bangsa Arab sebelum masuknya Islam. Kontrak investasi pun dijalankan dengan sistem kontrak amanah, yang mana kedua pihak dihukumkan sebagai rekan bisnis yang saling membantu. Pembagian untung dan rugi dilakukan berdasarkan modal dari keduanya. Keuntungan dan kerugian akan ditanggung bersama (musyarakah).

Manfaat Investasi Dan Korelasinya Dengan Islam

Sebagaimana Nabi Yusuf yang menyarankan seorang raja untuk tidak menimbun harta kekayaan tujuh tahun untuk mempersiapkan kemiskinan tujuh tahun ke depan, Islam juga memandang investasi sebagai langkah yang bisa dilakukan untuk kebutuhan masa depan.

Banyak investor yang mengajak kita untuk berinvestasi karena ketidaktahuan kondisi keuangan dan ekonomi masa depan akan seperti apa. Allah telah menurunkan Al-Quran surat An-Nisa ayat 9 untuk menegaskan bahwa penting mempersiapkan keuangan untuk kehidupan di masa depan.

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (Q.S An Nisa ayat 9)

Halaman:

Editor: Intan Resika Rohmah

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X