• Kamis, 7 Juli 2022

Indonesia 8 Terbawah Tingkat Literasi, Ini Urgensi Membaca Menurut Islam

- Rabu, 12 Januari 2022 | 06:27 WIB
christin-hume-k2kcwkandwg-unsp
christin-hume-k2kcwkandwg-unsp

Khazanah - Baru-baru ini, melalui portal dari Kementerian Dalam Negeri diketahui Indonesia berada di peringkat 62 dari 70 negara untuk tingkat literasi. Hal ini tentu disayangkan karena masih banyak masyarakat yang tidak mempunyai minat baca. Padahal, seperti kata pepatah, membaca adalah jendela dunia. Akibatnya sekarang Indonesia mendapat stigma negatif tentang kualitas sumber daya manusianya, dikarenakan minat baca atau tingkat literasi yang rendah tersebut. Sudah saatnya pemerintah menggaungkan urgensi membaca. Penelitian membuktikan bahwa dengan membaca, kita mendapat banyak pencerahan sekaligus mempertajam pikiran. Belum lagi, sekarang sudah banyak e-book alias buku elektronik yang bisa diakses tanpa harus ke toko buku. Dengan segala kemudahan itu kebiasaan membaca harusnya tidak ditinggalkan.

Urgensi Membaca : Islam Speak-Up

Bila diingat-ingat kembali, perintah membaca ini sebenarnya sudah di zaman dimana Nabi Muhammad SAW hidup. Masih ingat kisah Rasulullah yang berada di dalam sebuah gua, dan tiba-tiba didatangi Malaikat Jibril? Disanalah perintah membaca pertama kali turun. Itu, lho, semuanya tertulis dalam lima ayat pertama yang diturunkan Allah ke bumi, surah Al-Alaq ayat 1 sampai 5! “Bacalah atas nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari Al-Alaq. Bacalah dan Tuhanmulah yang paling Permurah. Yang mengajar manusia dengan Qolam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-Alaq: 1-5) Perintah membaca ini sampai membuat Nabi Muhammad gemetaran. Berkaca dari kisah Nabi Muhammad SAW tadi, bila beliau tidak membaca surah Al-Alaq, maka tidak ada Al-Quran dan juga ilmu-ilmu keislaman. Jadi seharusnya tidak ada alasan lagi untuk malas membaca. Karena bukan hanya manusia di zaman modern ini yang memiliki kewajiban untuk membaca, tapi juga masyarakat peradaban dahulu juga tidak luput dari perintah membaca.

Membaca Dinilai Sebagai Aktivitas Bernilai Pahala

Salah satu manfaat lain yang di dapatkan dari membaca adalah mendapatkan ilmu. Sebagai seorang muslim kita paham bahwa menuntut ilmu itu wajib hukumnya, dan fakta ini langsung dikonfirmasi Rasulullah lewat hadits: “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik) Selain wajib, menuntut ilmu juga bisa menjadi ladang pahala, bahkan setelah orang itu meninggal. Di salah satu hadits disebutkan bahwa ilmu yang ditinggalkan dari seorang yang wafat juga dihitung sebagai amal jariyah. “Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalan: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan dia.” (HR. Muslim) Jadi, sebagai bagian dari proses menuntut ilmu aktivitas membaca juga merupakan kewajiban sekaligus ibadah. Apalagi jika kita memanfaatkan ilmu dari apa yang dibaca, pahalanya akan terus mengalir meski kita sudah tidak ada di dunia. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita kembali memupuk kebiasaan membaca tersebut.   Sumber: https://perpustakaan.kemendagri.go.id/?p=4661 https://scholarsarchive.byu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1254&context=marriottstudentreview https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/5108-Full_Text.pdf https://dalamislam.com/info-islami/manfaat-membaca-buku-menurut-islam   Penulis: Galuh Budiati Wangsa/Internship Editor : Hildatun Najah

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X