• Kamis, 7 Juli 2022

Tradisi Makan Pulut Kuning Saat Khatam Al Quran

- Kamis, 23 Desember 2021 | 01:51 WIB
khataman
khataman

Khazanah - Khatam Al Quran artinya telah tamat membaca seluruh isi Al Quran. Biasanya, setelah tamat membaca itu ada kegiatan syukuran, yang biasanya dilakukan oleh anak-anak yang mengaji dengan seorang guru pembimbingnya. Pulut kuning ini berbahan khas pulut, lalu warna kuningnya dihasilkan dari warna kuning kunyit. Biasanya pulut, ini disajikan dengan kelapa yang diaduk dengan gula merah agar cita rasanya lebih mantap. Terkadang, ditambahkan ayam atau telur sebagai lauk dari makanan pulut tersebut. Pulut ini terbuat dari campuran beras pulut, kunyit, daun pandan, dan juga santan. Penggunaan warna kuning ini sebagai ciri khas dari suku Melayu. Warna kuning ini sering kita jumpai di pakaian, maupun rumah adat Melayu. Jadi, tidak heran pulut tersebut menggunakan warna kuning. Untuk sekarang, tradisi tersebut tidak hanya dipakai oleh orang Melayu. Di Sumatera Utara, setiap anak-anak yang khatam Al Quran dari suku mana pun selalu menggunakan pulut kuning sebagai bentuk syukuran. Tradisi ini umumnya, akan mendatangkan teman-teman dari anak tersebut dan juga ustad sebagai guru ngaji dari anak yang khatam alquran tersebut. Biasanya, acara berlangsung di tempat anak tersebut mengaji, misalnya rumah ustad atau bahkan yayasan tempat anak tersebut mengaji. Dalam rangkaian acara, ada ustad yang menyampaikan ceramah kemudian disusul dengan mempersiapkan kelompok pelantun ayat Al Quran yang diwakili anak perempuan. Kemudian, wejangan-wejangan nasi pulut kuning diberikan kepada seluruh orang yang berada di tempat. Lalu dilanjutkan dengan acara utama, memakan pulut tersebut bersama-sama. Tak lupa juga di akhir acara. Setelah deretan acara sudah selesai, biasanya anak-anak yang mengaji disuruh untuk bergiliran membacakan Al Quran. Pulut yang berisi telur diberikan untuk teman-teman dari anak yang khatam Al Quran dan untuk guru mengajinya diberikan pulut  berisi ayam sebagai bentuk rasa hormat kepada guru tersebut karena sudah menuntun sang anak sehingga dapat menamatkan Al Quran. Referensi: Azhari, Ichlas S. 2015. Pulut kuning. Medan: Universitas Sumatera Utara. Skripsi https://repository.telkomuniversity.ac.id/pustaka/files/121895/bab1/peracangan-buku-ilustrasi-kuliner-khas-melayu-deli-medan.pdf   Penulis: Muhammad Farhan Zuhdi/Internship Editor: Fahmi Idris/Internship

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

The Real Supervision: IHSAN

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:54 WIB

Kisah Inspiratif Ibnu Abbas Saat Itikaf

Jumat, 20 Mei 2022 | 17:00 WIB

Abdullah bin Abbas, Guru Umat yang Terpelajar

Jumat, 20 Mei 2022 | 12:00 WIB
X